spot_imgspot_img
Minggu 10 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari Thalasemia Sedunia 2026, YTI Tasikmalaya Soroti Pentingnya Screening

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kota Tasikmalaya bersama Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) memperingati Hari Thalasemia Sedunia secara khidmat di RM Astro, Minggu (10/5/2026).

Momentum ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya serta upaya pencegahan penyakit kelainan darah yang kasusnya terus melonjak setiap tahun.

Baca Juga: BI dan Pemkot Tasikmalaya Sukses Gelar QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026

Ketua YTI Tasikmalaya, dr. Ali Firdaus, menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan angka thalasemia adalah deteksi dini. Ia menghimbau masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang merencanakan pernikahan.

“Langkah pencegahan melalui screening sejak dini menjadi kunci utama. Kami meminta para calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah guna menghindari risiko menurunkan penyakit ini kepada buah hati,” ujar dr. Ali, Minggu (10/5/2026).

Dukungan Perawatan Seumur Hidup

Penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup untuk bertahan hidup.

Oleh karena itu, dr. Ali menekankan bahwa dukungan moral keluarga serta akses layanan kesehatan yang konsisten sangat menentukan kualitas hidup para penderita.

Penanganan yang tepat dan lingkungan yang suportif akan memberikan semangat bagi mereka untuk terus menjalani hari.

Tantangan Ketersediaan Stok Darah

Di sisi lain, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, memaparkan tantangan besar terkait stok darah daerah.

Saat ini, 300 penderita thalasemia di Kota Tasikmalaya membutuhkan sekitar 600 labu darah setiap bulannya. Namun, PMI baru sanggup menyuplai sekitar 200 labu per bulan.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Rahmat mendorong setiap keluarga penderita agar memiliki setidaknya enam pendonor darah tetap. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan darah bagi penderita secara berkelanjutan.

Memperkuat Solidaritas dan Edukasi

Selain menjadi ajang silaturahmi antara tenaga medis, relawan, dan keluarga pasien, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas masyarakat. POPTI Tasikmalaya berharap pemerintah mempermudah akses fasilitas screening dan layanan transfusi bagi warga.

Thalasemia merupakan penyakit genetik yang serius, namun masyarakat dapat mencegahnya melalui informasi yang akurat dan tindakan preventif.

YTI dan POPTI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai peduli dengan pola hidup sehat serta melakukan deteksi dini demi memutus rantai penyebaran thalasemia di masa depan.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru