TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, resmi melepas ribuan peserta Qris UTHM 2026 di Kampus II Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026). Pengibaran bendera start di atas podium menandai dimulainya lomba lari maraton skala nasional tersebut.
Kegiatan tahunan hasil kolaborasi Unsil, Pemerintah Kota Tasikmalaya, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 3.100 peserta dari berbagai penjuru Indonesia hadir memadati lintasan lari.
Baca Juga: Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya Gelar Wisuda dan Sumpah Profesi
Ia menilai antusiasme peserta menjadi bukti kuat bahwa ajang olahraga mampu menjadi magnet kunjungan ke Kota Tasikmalaya. Kehadiran ribuan orang ini memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, restoran, hingga belanja produk UMKM.
“Event ini tidak sekadar mengejar podium, tetapi menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan seni budaya. Kemudian menjadi pusat keramahan warga, dan produk lokal agar masyarakat luar semakin tertarik berkunjung ke sini,” ujarnya.
Mendorong Sport Tourism dan Kearifan Lokal
Meskipun tidak memiliki objek wisata pegunungan atau pantai, Ia menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya harus memaksimalkan penyelenggaraan event sebagai ajang promosi. Hal ini selaras dengan visi daerah untuk menjadi pusat sport tourism baik di tingkat regional maupun internasional.
Salah satu daya tarik unik dalam ajang ini adalah penyediaan 3.500 kelapa muda gratis bagi para pelari. Langkah ini bertujuan memperkenalkan kearifan lokal sekaligus memberikan kesegaran alami bagi peserta setelah menyelesaikan perlombaan.
Akselerasi Ekonomi Digital melalui QRIS
Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menyebut suksesnya UTHM 2026 sebagai indikator penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memajukan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Guna menjamin keamanan dan kenyamanan, seluruh transaksi selama kegiatan berlangsung wajib menggunakan sistem digital atau QRIS. Penerapan transaksi non-tunai ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan sekaligus membiasakan masyarakat menggunakan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kami berharap kolaborasi ini mempercepat akselerasi keuangan digital. Dengan begitu, Tasikmalaya semakin berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing sesuai julukannya sebagai Mutiara dari Priangan Timur,” pungkas Laura.
(Seda)


