spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Sepi Peminat, Ini Langkah Pemkot

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung masih berjuang mencari pengelola baru untuk Kebun Binatang Bandung melalui mekanisme seleksi yang sedang berlangsung. Meski batas akhir pendaftaran semakin dekat, jumlah pihak yang menunjukkan minat serius masih tergolong minim.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui bahwa proses pendaftaran akan berakhir Minggu, 10 Mei 2026. Ia merasa cukup khawatir karena kriteria seleksi yang sangat ketat membuat tidak banyak lembaga konservasi sanggup memenuhinya.

Baca Juga: PKBM di Kabupaten Bandung Perkuat Arah Pendidikan Nonformal

“Pendaftarannya tinggal beberapa hari lagi. Saya agak deg-degan karena syaratnya memang berat dan tidak semua lembaga konservasi sanggup menyanggupinya,” ujar Farhan, Minggu, (3/5/2026)

Seleksi Ketat Demi Kesejahteraan Satwa

Pemkot Bandung sebenarnya telah mengundang sekitar 85 lembaga maupun pihak terkait untuk berpartisipasi dalam seleksi ini. Namun, hingga saat ini baru sekitar empat pihak yang memberikan sinyal ketertarikan secara resmi kepada pemerintah daerah.

Farhan menilai rendahnya respons tersebut sebagai dampak dari standar tinggi yang sengaja pemerintah tetapkan. Pemkot Bandung menginginkan pengelola yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas mumpuni dalam aspek konservasi, tata kelola profesional, serta komitmen penuh terhadap kesejahteraan satwa.

“Wajar jika belum banyak yang berminat serius karena kami menetapkan syarat yang berat demi memastikan pengelola memiliki kompetensi menyeluruh,” tambahnya.

Langkah Antisipasi dan Bantuan Internasional

Guna mengantisipasi minimnya pendaftar, Pemkot Bandung telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu seleksi kepada pemerintah pusat. Farhan mengusulkan penambahan durasi pendaftaran selama satu bulan setelah tanggal 6 Mei guna menjaring lebih banyak kandidat potensial.

Di sisi lain, pemerintah menjamin kondisi kesehatan seluruh satwa di Kebun Binatang Bandung tetap menjadi prioritas utama selama masa transisi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terus melakukan pemantauan intensif di lapangan.

Selain dukungan instansi lokal, Pemkot Bandung juga mendapat bantuan dari lembaga internasional, Fantara. Lembaga ini menyokong kebutuhan obat-obatan bagi satwa agar proses pergantian pengelola tidak mengganggu kesehatan hewan.

“Kami menyiapkan berbagai opsi dan terus melakukan langkah antisipasi agar proses seleksi ini menghasilkan pengelola yang benar-benar memenuhi kriteria,” pungkas Farhan.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru