TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Tasikmalaya menargetkan raihan prestasi tertinggi pada ajang Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jawa Barat akhir tahun 2026. Optimisme ini muncul setelah tim Pelangi sukses membawa pulang juara 3 dan harapan 1 dalam Festival Olahraga Nasional (Fornas) 2025 di Nusa Tenggara Barat sebagai wakil Jawa Barat.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengakui pemerintah daerah belum memberikan apresiasi finansial yang maksimal. Meski demikian, ia memuji militansi para pegiat layangan yang terus mengharumkan nama daerah melalui jalur olahraga masyarakat.
Baca Juga: Buka Jalan Menuju Piala Presiden, PSSI Kota Tasikmalaya Tabuh Genderang Liga Jabar Istimewa 2026
“Kami melihat semangat pegiat layangan sangat luar biasa. Ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan olahraga prestasi yang mampu bersaing di level nasional,” ujar Cecep saat membuka lomba layangan di kawasan Jalan Cisinga, Kampung Cipeureu, Sabtu (2/5/2026).
Menembus Pasar Internasional
Selain mengejar medali, Cecep menyoroti dampak ekonomi nyata dari komunitas ini. Para perajin lokal di Kabupaten Tasikmalaya kini aktif memproduksi layangan dan benang gelasan berkualitas tinggi yang menembus pasar luar negeri.
Deri Nurjayadi, mewakili Ketua Pelangi Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan produk gelasan hasil karya anggota mereka kini telah mendapatkan permintaan tinggi dari pasar Brunei Darussalam. Ia ingin menjadikan aktivitas ini sebagai sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
“Kami ingin layangan memberikan manfaat finansial bagi warga. Saat ini, pesanan gelasan kami sudah merambah pasar internasional,” kata Deri.
Ketangkasan Divisi Gibrig Ulur
Dalam gelaran Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Formaskab) yang berlangsung hingga Minggu (3/5/2026) ini, panitia melombakan kategori divisi gibrig ulur. Kategori ini menguji adu ketangkasan layangan dengan aturan teknis yang ketat. Termasuk penggunaan benang gelasan sepanjang 200 meter dan ukuran layangan minimal 105 sentimeter.
Pelangi Kabupaten Tasikmalaya saat ini menaungi sekitar 500 pegiat yang terdaftar secara resmi. Meskipun divisi freestyle masih minim peminat dibandingkan daerah pesisir seperti Ciamis dan Pangandaran, Pelangi terus berupaya menjaring anggota baru guna memperkuat formasi atlet menuju Forprov 2026 mendatang.
Acara yang berlangsung di Desa Sukaratu ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, serta ratusan komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Tasikmalaya.
(Farhan K)


