spot_imgspot_img
Sabtu 2 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sulap Wastra Jadi Aksesori Modern, Ny. Dyah Fandy Dharmawan Ciptakan Tren Strap Tas Etnik Premium

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Menjaga relevansi warisan leluhur di tengah arus mode global yang serba cepat menuntut inovasi yang tak biasa. Ny. Dyah Fandy Dharmawan menjawab tantangan tersebut dengan mentransformasikan wastra Nusantara menjadi Strap Tas Wastra, sebuah produk fungsional yang kini menjadi bagian dari gaya hidup dinamis masyarakat modern.

Melalui sentuhan kreatifnya, Dyah memadukan kekayaan motif tenun dan songket dengan material modern berupa kulit sapi vegan premium. Transformasi ini membuktikan bahwa identitas budaya Indonesia tetap mampu berevolusi dan menjawab selera pasar urban tanpa kehilangan nilai filosofisnya.

Baca Juga: Harmoni Wastra dan Modernitas, Jejak Kreatif Ny. Almira Try Suhandy MS Ubah Kain Tradisional Jadi Tren Global

“Strap tas kini bukan lagi sekadar aksesori praktis, melainkan sebuah narasi besar tentang kebanggaan dan keberlanjutan budaya Indonesia,” ujar Ny. Dyah Fandy Dharmawan, Sabtu (2/5/2026).

Dedikasi dan Pengakuan Profesional

Sebagai Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Kostrad, Dyah membawa visi kuat dalam pemberdayaan UMKM. Ia mendapatkan inspirasi dari dedikasi Ibu Herawati Boediono untuk terus menghasilkan karya berkualitas standar nasional yang mengombinasikan keindahan tradisional dengan aspek fungsional modern.

Kualitas produk besutannya pun telah mendapatkan pengakuan resmi. Dekranasda Kota Depok memberikan sertifikasi kurasi UMKM Tingkat Madya kepada Strap Wastra Nusantara karya Dyah, yang mengukuhkan posisi produk ini sebagai barang premium yang berdaya saing.

Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

Keunggulan produk ini terletak pada fleksibilitas desain yang cocok untuk suasana formal kedinasan maupun gaya kasual harian. Dyah kemudian menggunakan bahan kulit vegan dengan pewarna alami yang ramah lingkungan serta hardware premium seperti nikel silver, gold, atau nikel hitam.

Setiap jahitan pada produk ini menonjolkan pola geometris yang kuat, sehingga memberikan karakter eksklusif bagi pemakainya. Penggunaan material berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi Dyah sejalan dengan tren gaya hidup hijau masa kini.

Penggerak Ekonomi Kreatif

Komitmen Dyah Fandy Dharmawan tidak berhenti pada proses produksi. Ia aktif berpartisipasi dalam berbagai forum strategis, termasuk pameran “PERSIT BISA Vol. II Tahun 2026”. Kemudian melalui jargon BISA (Berinovasi, Inovatif, Santun, dan Amanah), ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai inovator penggerak ekonomi kreatif.

Karya-karya Dyah berhasil menjembatani warisan leluhur dengan tren modern, membuat nilai-nilai tradisional tampil elegan dan berkelas di mata generasi muda. Strap Tas Wastra kini menjadi simbol wajah perempuan Indonesia saat ini: berdaya, kreatif, dan senantiasa relevan melintasi zaman.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru