spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Inilah Kebijakan Baru SPMB di Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada 4 Mei mendatang dengan sejumlah kebijakan baru.

Salah satu langkah utama yang di terapkan yakni pembatasan kegiatan belajar mengajar di jenjang SD dan SMP maksimal hanya dua shift, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menata proses belajar lebih efektif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, bahwa sistem baru tersebut menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pendidikan di Kota Bandung.

Baca Juga: 3.144 Guru Honorer Kota Bandung Terancam PHK Massal

“SPMB kita akan mulai tanggal 4 Mei dan selesai pada 13 Juli. Akan ada beberapa perubahan, salah satunya sekolah SD dan SMP maksimum hanya boleh dua shift,”kata Farhan Jumat (1/5/2026).

Farhan menjelaskan, pembagian dua shift tersebut akan di lakukan pada sesi pagi dan siang. Kebijakan ini di harapkan mampu mengurangi kepadatan sekolah sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih optimal bagi siswa.

“Jadi hanya dua shift, pagi dan siang,” katanya.

Selain menyiapkan pelaksanaan SPMB, Pemkot Bandung juga terus mematangkan skema dukungan dari berbagai lembaga pendidikan. Namun, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan karena persyaratan yang harus di penuhi cukup ketat.

“Syaratnya memang ketat sekali, tidak semua lembaga bisa menyanggupi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung telah mengundang sekitar 85 lembaga untuk ikut berpartisipasi. Hingga kini, baru sebagian kecil yang menyampaikan kesiapan.

“Yang memberikan sinyal minat baru sekitar empat lembaga. Tapi ini masih terus kita dorong,” ungkapnya.

Untuk memastikan proses berjalan optimal, Pemkot Bandung juga telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu pendaftaran kepada pemerintah pusat.

Baca Juga: Keren! Pemkot Bandung Cairkan HPM Guru Honorer

“Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline sekitar satu bulan setelah 6 Mei,” jelasnya.

Farhan memastikan koordinasi lintas instansi terus di perkuat agar seluruh tahapan SPMB berjalan lancar, tertib, dan transparan.

“Kebijakan dua shift di harapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kota Bandung,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru

Lewat ke baris perkakas