GARUT, FOKUSJabar.id: Jelang Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, Bupati Garut Jawa Barat (Jabar) Abdusy Syakur Amin usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota.
Menurut Syakur, May Day merupakan momentum mulia bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasi terkait hak-hak mereka. Oleh karena itu, pemerintah wajib memfasilitasi ruang dialog guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
BACA JUGA:
Bupati Garut Siap Tindak Lanjuti Catatan DPRD
“Kita wajib memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, kita juga harus mencegah jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan,” katanya.
“Saya instruksikan lakukan pengamanan humanis dan preemtif. Sediakan wadah apsirasi dan narasi publik positif guna menciptakan situasi yang aman, kondusif dan humanis,” Bupati Garut menambahkan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan 30 serikat pekerja se-Kabupaten Garut.
Sesuai petunjuk Kemnaker, May Day 2026 mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Buruh dan Kesejahteraan Bersama.”
Pihaknya telah menyiapkan agenda Public Hearing (tukar pendapat) dengan perwakilan buruh untuk menampung aspirasi secara langsung.
“Kami telah memetakan rencana aksi yang kemungkinan akan terpusat di Alun-Alun Garut, Lapangan Setda dan Simpang Lima. Intinya, penyampaian aspirasi di muka umum harus tetap mengacu pada UU yang berlaku,” jelas Gania.
Disnakertrans Garut memaparkan enam poin utama yang menjadi tuntutan May Day 2026. Di antaranya, mewujudkan upah layak di Kabupaten Garut.
Pencabutan Omnibus Law (UU Cipta Kerja) serta penghapusan sistem kerja kontrak/outsourcing, penghentian PHK massal dan jaminan kepastian kerja.
Penghentian kriminalisasi terhadap gerakan buruh, pemenuhan hak pekerja PT Danbi International dan pemenuhan hak normatif pekerja di setiap badan usaha.
BACA JUGA:
Pisah Sambut Dandenpom III/2 Garut, Bupati Ingin Sinergi dan Kolaborasi Terus Terjalin
Sebagai langkah antisipasi terhadap poin terakhir, Disnakertrans di jadwalkan akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan besar di Kabupaten Garut.
Tujuannya adalah untuk memastikan perusahaan siap memberikan jawaban dan solusi atas hak serta kewajiban yang di nilai belum terpenuhi.
(Bambang Fouristian)


