spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga BBM Non-Subsidi Melejit, Operasional Truk Sampah Kota Bandung Terancam Lumpuh

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung menghadapi ancaman serius terkait penghentian operasional pengangkutan sampah pada awal November 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi menjadi pemicu utama membengkaknya biaya operasional truk sampah hingga hampir dua kali lipat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa seluruh armada pengangkut sampah di Kota Kembang bergantung pada solar non-subsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite. Kenaikan harga rata-rata sebesar Rp9.000 per liter sangat membebani kas daerah.

Baca Juga: Farhan Gaspol Benahi Bandung, Sinergi dengan Pemprov Jabar Diperkuat

“Biaya BBM pengangkutan sampah melonjak hampir dua kali lipat. Kondisi ini menuntut kami segera menemukan solusi agar sistem kebersihan kota tetap efektif,” ujar Farhan, Sabtu (25/4/2026).

Detail Kenaikan Harga dan Dampak Anggaran

Kenaikan harga BBM non-subsidi kali ini cukup signifikan, di mana Pertamina Dex menyentuh angka Rp23.900 per liter dan Dexlite mencapai Rp24.150 per liter. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat total anggaran pengelolaan sampah tahun ini sebenarnya mencapai Rp348 miliar.

Namun, alokasi yang mencakup gaji petugas, tipping fee, hingga operasional TPS 3R tersebut terancam habis sebelum tahun berakhir. Farhan memprediksi anggaran tersebut hanya akan bertahan hingga akhir Oktober 2026 jika pemerintah tidak melakukan pengurangan ritase pengangkutan.

Strategi Efisiensi dan Roadmap 2026

Guna menyiasati krisis tersebut, Pemkot Bandung tengah menyiapkan langkah efisiensi dan penyesuaian anggaran secara menyeluruh. Farhan juga berencana terbang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah yang lebih mandiri.

Target besarnya adalah menghentikan total sistem open dumping atau pembuangan sampah langsung ke TPA pada akhir tahun 2026. “Kami ingin memastikan pada Desember 2026 tidak ada lagi sampah yang sekadar dibuang ke TPA tanpa pengolahan,” tegasnya.

Penguatan Pengolahan di Hulu

Dalam enam bulan ke depan, Pemkot Bandung akan fokus memperkuat kapasitas pengolahan sampah dari hulu. Mulai Mei 2026, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pengolahan sebesar 100 hingga 200 ton per hari.

Saat ini, Kota Bandung baru mampu mengolah sekitar 300 ton sampah dari total produksi harian yang mencapai 1.800 ton. Farhan mengakui tantangan besar masih membentang karena pemerintah masih harus mencari cara untuk menangani sisa 1.300 ton sampah lainnya agar tidak menumpuk di jalanan kota.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru