spot_imgspot_img
Kamis 23 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Jaga Ekosistem Air, Pohon Ketapang Kencana Saksinya

GARUT, FOKUSJabar.id: Hari Bumi (World Earth Day) adalah peringatan tahunan sedunia pada 22 April untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup. Saban tahun Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) rutin memperingatinya.

Tahun ini melaksanakan  aksi nyata penanaman pohon Ketapang Kencana di sepanjang jalan Walahir, pinggir Sungai Cikeruh dan Sungai Cipandai, Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Peringati Hari Air Sedunia

Selain itu, Sekolah Sungai Cimanuk Garut kampanye agar mengurangi sampah plastik.

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut, Mulyono Khaddafi mengatakan, penanaman pohin di fokuskan di pinggir anak sungai Cikeruh dan Cipandai sebagai upaya strategis untuk mencegah erosi dan pendangkalan yang kerap memicu banjir.

“Kegiatan penanaman pohon World Earth Day kemarin di fokuskan di bantaran Sungai. Selain untuk memperkuat struktur tanah juga menjaga kelestarian ekosistem air yang menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar,” kata Mulyono kepada FOKUSJabar, Kamis (23/4/2026).

Mulyono menyebut, lokasi yang di tanami sangat krusial. Di sana minim populasi pohon keras. Sehingga bisa menyebabkan pendangkalan dan kekeringan.

Menurut Mulyono yang juga Sekjen Ormas Gerakan Anak Sunda (GAS), momentum Hari Bumi mengingatkan kita agar menjaga sungai.

“Menjaga sungai berarti menjaga masa depan. Sungai bukan cuma aliran air, namun sebagai urat nadi kehidupan. Kalau sungainya rusak, masa depan kita ikut rusak,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

Berikut beberapa alasan tanam pohon di pinggir sungai:

  • Cegah Bencana

Sungai yang sehat bisa nampung hujan deras. Tebingnya kuat karena ada pohon. Sampahnya nggak nyumbat. Kalau sungai rusak, tebing longsor, banjir bandang datang.

  • Sumber Ekonomi

Petani butuh air buat sawah. Nelayan butuh ikan. Peternak butuh air minum hewan. Wisata alam juga hidup dari sungai yang jernih. Kalau sungai rusak, ekonomi warga bantaran ikut mati.

  • Rumah Keanekaragaman Hayati

Ikan dan burung hidup di sungai. Kalau ekosistem sungai hancur, mereka punah. Rantai makanan putus. Ujungnya manusia juga kena dampaknya.

  • Warisan untuk Anak Cucu

Jika kita wariskan sungai penuh sampah, tebing gundul dan banjir tiap tahun, itu bukan warisan. Itu dosa lingkungan. Alhasil anak cucu kita yang kena imbasnya.

“Aksi tanam pohon bukan kerja sepele. Ini investasi keselamatan 10-20 tahun ke depan,” sebut Mulyono.

Dia menambahkan, peringatan tahunan internasional ke-56 ini mengusung tema, “kekuatan kita, planet kita” (the power of our planet).

“Kalau planet rusak maka kita makhluk hidup akan hancur,” imbuhnya.

Di singgung soal anggaran kegiatan, Mulyono menegaskan, Semuanya bersumber dari dana Yayasan Cimanuk Bersih Lestari. Sepeserpun tidak menggunakan dana APBD.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru