spot_imgspot_img
Senin 20 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PWRI Kota Tasikmalaya Hidupkan Semangat ‘Purna Bhakti No Way’ Lewat Kurikulum Bahagia

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari produktivitas. Melalui filosofi kuat “Purna Tugas Yes, Purna Bhakti No Way”, mereka menegaskan komitmen pengabdian tanpa henti kepada masyarakat, Senin (20/4/2026).

Aula Puskesmas Cigeureung, Kecamatan Cipedes, menjadi saksi antusiasme puluhan lansia saat mengikuti Pembelajaran Pertama Sekolah Lansia. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya menginisiasi gerakan ini sebagai wadah bagi para anggotanya untuk terus meningkatkan kapasitas diri meski telah lepas masa dinas.

Baca Juga: Partai Ummat Kota Tasikmalaya Kekuatan Baru Pemilu 2029

Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, menekankan bahwa status pensiun hanyalah perpindahan arena pengabdian. Ia mendorong para pensiunan untuk tetap menjadi teladan dan memberikan kontribusi nyata di tengah lingkungan masyarakat melalui akhlak serta pengalaman yang mereka miliki.

Kurikulum Khusus untuk Masa Tua Berkualitas

Saat ini, Kota Tasikmalaya telah mengoperasikan dua Sekolah Lansia di bawah naungan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat dengan total 60 siswa aktif. Berbeda dengan lembaga pendidikan formal, sekolah ini menerapkan kurikulum yang menyasar kesehatan fisik dan mental:

  • Olahraga Ringan: Petugas melatih kelenturan sendi dan kebugaran motorik para peserta.
  • Diskusi Isu Aktual: Mentor mengajak peserta membedah realitas sosial terkini guna menjaga ketajaman fungsi kognitif.
  • Keterampilan Sosial: Pengelola menyediakan ruang interaksi untuk mempererat silaturahmi sekaligus mencegah rasa kesepian.

Hj. Atit, Pengelola Sekolah Lansia Kecamatan Cipedes, menjelaskan bahwa aktivitas fisik dan sosial ini berperan vital dalam mencegah penurunan fungsi tubuh. Ia memotivasi para lansia agar tidak berdiam diri karena aktivitas yang terjadwal menjadi kunci kesehatan di usia senja.

Aset Sosial di Tingkat Akar Rumput

Kehadiran pensiunan ASN yang teredukasi memberikan nilai tambah bagi kehidupan bermasyarakat. Secara medis, rutinitas ini meminimalisir risiko penyakit degeneratif. Secara sosial, para purna tugas ini bertransformasi menjadi gudang pengalaman yang siap membimbing generasi muda di tingkat RT maupun RW.

Melalui Sekolah Lansia, PWRI mengirimkan pesan tegas bahwa urusan administratif kedinasan boleh berakhir, namun bakti kepada bangsa merupakan tugas seumur hidup. Gerakan di Cipedes ini membuktikan bahwa selama semangat belajar tetap berkobar, setiap individu akan terus menjadi sosok yang bermanfaat bagi lingkungannya.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru