PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran bergerak cepat merespons kritik dan saran dari konten kreator Instagram, Laura Hermawati, mengenai penataan kawasan wisata Pantai Pangandaran. Melalui akun resmi @bupatipangandaran, pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas masukan tersebut di kolom komentar unggahan sang kreator, Senin (20/4/2026).
Pihak pemerintah menegaskan bahwa mereka telah menjalankan sosialisasi mengenai larangan operasional kendaraan ATV dan mini cross di area bibir pantai. Selain sosialisasi, petugas juga sudah memasang papan imbauan di berbagai titik strategis kawasan wisata tersebut.
Baca Juga: Wow! Konten Kreator Blasteran Kritik Penataan Pantai Pangandaran
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya kendala besar dalam pengawasan di lapangan. Lonjakan jumlah wisatawan yang tidak sebanding dengan jumlah petugas pengawas seringkali membuat pelanggaran tetap terjadi.
“Kami tetap melakukan penertiban secara bertahap. Saat ini, kami juga mengupayakan pendekatan persuasif kepada para pelaku usaha di kawasan pantai,” tulis akun tersebut sebagai jawaban atas kritikan Laura.
Fokus Penataan dan Evaluasi
Selain menertibkan kendaraan, Pemkab Pangandaran kini memasukkan penataan trotoar dan optimalisasi pengelolaan sampah ke dalam rencana strategis ke depan. Pemerintah berjanji akan terus melakukan evaluasi menyeluruh agar kawasan pantai menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Sebelumnya, Laura Hermawati memanfaatkan jangkauan media sosialnya untuk menyuarakan keresahan mengenai kondisi objek wisata unggulan Jawa Barat tersebut. Ia sengaja mengunggah kritik dengan gaya santun agar aspirasi wisatawan lebih didengar oleh pemangku kebijakan.
Sorotan Keamanan dan Kebersihan
Laura menyoroti aktivitas kendaraan ATV dan mini motor cross yang kerap berseliweran di bibir pantai, bahkan seringkali dikendarai oleh anak di bawah umur. Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan wisatawan yang sedang menikmati keindahan pantai.
“Anak kecil belum bisa mengontrol apa yang mereka lakukan, dan itu sangat berbahaya. Pemerintah harus membuat aturan tegas serta menempatkan petugas jaga atau lifeguard untuk memperketat pengawasan,” tegas Laura dalam unggahannya.
Selain faktor keamanan, Laura juga mengkritik masalah sampah yang masih berserakan di bibir pantai. Ia menyarankan agar pemerintah daerah berinvestasi pada alat berat pembersih pantai yang beroperasi setiap pagi serta menugaskan personel khusus untuk menjaga keasrian lokasi wisata tersebut.
(Sajidin)



