spot_imgspot_img
Senin 20 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga Minyakita di Kota Bandung Tembus Rp21 Ribu/Liter

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan harga minyak goreng subsidi. Minyakita menembus Rp21.000 per liter, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp.15.700 per liter.

Kenaikan harga tersebut di picu oleh sistem distribusi yang sebagian besar masih mengikuti mekanisme pasar.

Hal itu di sampaikan Farhan usai melakukan pemantauan langsung di Pasar Sederhana. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat keamanan Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Metro Jabar Trans Hadir di Braga Citywalk, Ini Layanan dan Jadwal Lengkapnya

“Sebanyak 30 persen Minyakita didistribusikan melalui Bulog sesuai harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Sementara 70 persen lainnya mengikuti mekanisme pasar,”kata Farhan.

Farhan menjelaskan, bahwa Minyakita yang di salurkan melalui ritel mitra Bulog masih di jual sesuai HET. Namun, harga di luar jaringan tersebut cenderung lebih tinggi karena bergantung pada distributor.

“Kalau beli di mitra Bulog, harganya Rp15.700. Di luar itu bisa Rp19.000 sampai Rp21.000 per liter,” katanya.

Dari hasil pemantauan, Farhan menemukan tidak semua pedagang menjadi mitra Bulog. Ada dua kendala utama yang di hadapi pedagang, yakni proses administrasi dan kewajiban pembayaran purchase order (PO) secara tunai.

Menurutnya, sistem pembayaran tunai menjadi beban bagi pedagang kecil. Sehingga mereka memilih membeli dari distributor pasar bebas meskipun harganya lebih mahal.

“Kondisi ini membuat distribusi tidak merata dan harga sulit di kendalikan,” ujarnya.

Jadi Mitra Bulog

Lebih lanjut Farhan mengatakan, ketika distribusi dari jalur pasar bebas mengalami gangguan. Pasokan dari Bulog yang hanya 30 persen tidak cukup untuk menstabilkan harga.

Berdasarkan data di lapangan, kebutuhan Minyakita di perkirakan mencapai sekitar 13.500 dus per minggu. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen di pasok Bulog dan sisanya berasal dari distributor pasar bebas.

Oleh karna itu, Pemkot Bandung akan menurunkan petugas untuk membantu mempermudah proses administrasi bagi pedagang. Agar dapat bergabung menjadi mitra Bulog.

Selain itu, pengawasan distribusi juga di perkuat melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, kepolisian, dan TNI. Guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Kerahkan 4.000 Personel dalam Gerakan Sapu-Sapu Bandung

“Operasi pengawasan terus di lakukan untuk memastikan suplai berjalan lancar dan tidak ada penimbunan. Jika di temukan pelanggaran, akan di tindak tegas oleh aparat penegak hukum,”ungkapnya.

Farhan menambakan, bahwa kebutuhan minyak goreng di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 karton per minggu. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.500 karton atau 30 persen di pasok oleh Bulog. Sementara sisanya di penuhi melalui distributor pasar bebas.

“Ini merupakan gambaran nyata interaksi mekanisme pasar dalam sistem campuran. Sebanyak 30% di atur oleh Kementerian Perdagangan bersama Bulog, sementara 70% mengikuti mekanisme pasar,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru