spot_imgspot_img
Senin 20 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disnaker Kota Bandung Gelar Pelatihan Kerja untuk Tekan Pengangguran

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung membuka Pelatihan Kerja Batch ke-2 bagi 2.780 peserta. Sebagai upaya menekan pengangguran dan mendorong lahirnya wirausaha baru.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara legislatif dan eksekutif. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap keterampilan kerja dan peluang usaha.

“Program ini menjadi wujud sinergi dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar mereka memiliki bekal keterampilan. Yang bisa langsung di manfaatkan,”kata Yayan di tempat kerjanya, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Pastikan Pasokan Minyakita Aman, Harga Sesuai HET

Pelatihan berlangsung selama 10 hari mulai 20 April 2026 dengan konsep short course yang menekankan praktik langsung.

Sebanyak 14 bidang keahlian di tawarkan, di antaranya kuliner (barista dan pastry), fesyen dan kriya (menjahit dan membatik), jasa kecantikan. Hingga sektor teknologi dan ekonomi kreatif seperti digital marketing dan desain grafis.

Kegiatan pelatihan di laksanakan di sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Bandung. Dengan dukungan instruktur profesional guna memastikan kualitas pembelajaran.

Tak hanya mendapatkan ilmu, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang. Seperti konsumsi, seminar kit, bahan praktik, serta uang transport sebesar Rp50 ribu per hari. Setelah pelatihan selesai, peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Dinas Tenaga Kerja sebagai bukti kompetensi.

Mampu Buka Usaha Mandiri

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Bandung untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Ia berharap peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka usaha secara mandiri.

“Kami mendorong peserta agar bisa langsung praktik dan memiliki kesiapan untuk bekerja atau berwirausaha,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah, menilai program ini menjadi jawaban. Atas kebutuhan masyarakat terhadap peluang kerja.

Baca Juga: Harga Minyakita di Kota Bandung Tembus Rp21 Ribu/Liter

“Pelatihan ini lahir dari aspirasi masyarakat. Harapannya, setelah memiliki keterampilan, mereka bisa mandiri bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak pelatihan di harapkan tidak hanya di rasakan peserta. Tetapi juga meluas ke lingkungan sekitar melalui usaha yang di bangun.

“Ketika peserta membuka usaha, mereka bisa melibatkan orang lain. Ini efek domino yang di harapkan,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru