PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan omzet nek Ijem (63), pemilik kantin di Sekolah Dasar Negeri 2 Padaherang Kabupaten Pangandaran menurun drastis.
Nek Ijem mengaku sudah 10 tahun menggantungkan rezekinya di sebuah kantin kecil yang berlokasi di belakang sekolah.
Ia berjualan makanan ringan, minuman es, dan nasi kuning lengkap dengan sayur seadanya. Dalam sehari, ia membuat 20 bungkus nasi kuning.
Baca Juga: Polres Pangandaran Buru Aktor Intelektual Penebangan Pohon Ilegal
Hasil olahan bersama sang suami yang sudah renta itu di pajang di atas meja kecil untuk menyediakan siswa yang tidak sempat sarapan di rumah.
Sebelum adanya program MBG, Nek Ijem mendapat omzet sekitar Rp100 ribu perhari. Penghasilan tersebut ia bagi-bagi dengan kebutuhan sehari-hari dan modal usahanya.
Namun masa kejayaan itu harus tergerus ketika MBG hadir di sekolah. Bagaimana tidak, pendapatan nek Ijem menurun drastis sekitar 80 persen.
”Pas ada MBG paling dapat Rp20 ribu sehari. Itu juga dari pagi sampai siang,” ucap Nek Ijem dengan raut wajah penuh kesedihan. Kamis, (16/4/2026).
Menurut nek Ijem, Pendapatan ini tidak sebanding dengan modal yang telah ia keluarkan. Terlebih dengan kondisi sejumlah bahan baku mengalami kenaikan signifikan, salah satunya harga plastik.
Sedangkan, jajanan yang ia sajikan hampir seluruhnya berbahan dari plastik. Situasi ini semakin menjepit, Sebab ia tidak menaikkan harga jajanannya sedikit pun.
Baca Juga: Satpolairud Polres Pangandaran Amankan Perahu Tak Bertuan
Menurutnya, jika menaikan harga Rp500 saja, para pembeli akan kabur mencari kantin lain. Hal ini pernah ia lakukan sebelumnya ketika menaikan harga minuman es.
Kesedihan Nek Ijem tidak sampai disitu, dia mengatakan, setelah adanya program MBG nasi kuning olahnya kerap tidak laku di jual. Akibatnya, nasi kuning tersebut terpaksa di jemur untuk pakan ayam.
”Sekarang mah buat 15 bungkus saja paling laku cuma 3 bungkus. Kalau Enggal laku nanti di jemur buat pakan ayam,” ujarnya.
(Sajidin)



