spot_imgspot_img
Kamis 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terdampak MBG, Kisah Pemilik Kantin Sekolah di Pangandaran Bikin Haru

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan omzet nek Ijem (63), pemilik kantin di Sekolah Dasar Negeri 2 Padaherang Kabupaten Pangandaran menurun drastis.

‎Nek Ijem mengaku sudah 10 tahun menggantungkan rezekinya di sebuah kantin kecil yang berlokasi di belakang sekolah. 

‎Ia berjualan makanan ringan, minuman es, dan nasi kuning lengkap dengan sayur seadanya. Dalam sehari, ia membuat 20 bungkus nasi kuning.

Baca Juga: Polres Pangandaran Buru Aktor Intelektual Penebangan Pohon Ilegal

‎Hasil olahan bersama sang suami yang sudah renta itu di pajang di atas meja kecil untuk menyediakan siswa yang tidak sempat sarapan di rumah.

‎Sebelum adanya program MBG, Nek Ijem mendapat omzet sekitar Rp100 ribu perhari. Penghasilan tersebut ia bagi-bagi dengan kebutuhan sehari-hari dan modal usahanya.

‎Namun masa kejayaan itu harus tergerus ketika MBG hadir di sekolah. Bagaimana tidak, pendapatan nek Ijem menurun drastis sekitar 80 persen.

‎”Pas ada MBG paling dapat Rp20 ribu sehari. Itu juga dari pagi sampai siang,” ucap Nek Ijem dengan raut wajah penuh kesedihan. Kamis, (16/4/2026).

‎Menurut nek Ijem, Pendapatan ini tidak sebanding dengan modal yang telah ia keluarkan. Terlebih dengan kondisi sejumlah bahan baku mengalami kenaikan signifikan, salah satunya harga plastik.

‎Sedangkan, jajanan yang ia sajikan hampir seluruhnya berbahan dari plastik. Situasi ini semakin menjepit, Sebab ia tidak menaikkan harga jajanannya sedikit pun.

Baca Juga: Satpolairud Polres Pangandaran Amankan Perahu Tak Bertuan

‎Menurutnya, jika menaikan harga Rp500 saja, para pembeli akan kabur mencari kantin lain. Hal ini pernah ia lakukan sebelumnya ketika menaikan harga minuman es.

‎Kesedihan Nek Ijem tidak sampai disitu, dia mengatakan, setelah adanya program MBG nasi kuning olahnya kerap tidak laku di jual. Akibatnya, nasi kuning tersebut terpaksa di jemur untuk pakan ayam.

‎”Sekarang mah buat 15 bungkus saja paling laku cuma 3 bungkus. Kalau Enggal laku nanti di jemur buat pakan ayam,” ujarnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru