spot_imgspot_img
Kamis 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musrenbang Jabar 2026, Dedi Mulyadi Paparkan 5 Prioritas Pembangunan

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyusun cetak biru pembangunan yang lebih terstruktur untuk tahun 2027. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menetapkan penguatan konektivitas wilayah dan integrasi sistem transportasi sebagai pilar utama guna memacu pertumbuhan ekonomi yang merata.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Dedi memaparkan lima agenda prioritas yang saling berkaitan antara sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Ancam Pecat Pimpinan Rumah Sakit yang Langgar Norma Kemanusiaan

Akses Pendidikan dan Subsidi Sekolah

Dedi menegaskan komitmennya untuk menjamin seluruh warga Jawa Barat mampu menuntaskan pendidikan hingga tingkat menengah (SMA/SMK). Pemerintah daerah akan menjalankan dua kebijakan strategis guna merealisasikan target tersebut.

“Kami akan membangun ruang kelas baru serta memberikan subsidi khusus bagi masyarakat miskin agar mereka bisa bersekolah, baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Dedi, Rabu (15/4/2026).

Jaminan Kesehatan bagi Warga Tak Mampu

Di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan skema perlindungan bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional. Pemprov Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota akan menanggung biaya pengobatan bagi warga kategori tidak mampu yang menggunakan ruang kelas 3 di rumah sakit rujukan.

“Pemerintah daerah akan membiayai warga yang belum terjamin BPJS namun tidak mampu secara ekonomi melalui sinergi anggaran tingkat provinsi dan kota/kabupaten,” tambahnya.

Infrastruktur Berbasis Lingkungan

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi fondasi utama untuk mendukung mobilitas warga. Pemerintah berkomitmen memperluas akses mulai dari pelabuhan, jalan tol, hingga jalur penghubung di pelosok desa. Meski demikian, Dedi menekankan bahwa setiap proyek harus tetap berpijak pada kearifan lingkungan dan menjaga karakter asli wilayah.

“Desa-desa harus tetap mempertahankan keasliannya. Begitu juga wilayah pesisir dan pegunungan, semuanya harus tetap terjaga meski memiliki akses transportasi darat yang memadai,” tegasnya.

Konektivitas dari Kota hingga Pelosok

Sistem transportasi darat akan menjadi jembatan penghubung yang mengintegrasikan berbagai wilayah di Jawa Barat secara berkelanjutan. Dedi berharap seluruh titik, mulai dari Depok dan Bekasi di utara hingga Pangandaran di selatan, serta dari Cirebon hingga Sukabumi, saling terkoneksi dengan baik.

“Semua wilayah harus terkoneksi, mulai dari pusat kota hingga pelosok desa. Inilah harapan besar kami untuk tahun 2027,” pungkas Dedi.

Melalui arah pembangunan yang inklusif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimis dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan membuka peluang ekonomi baru di setiap daerah tanpa terkecuali.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru