spot_imgspot_img
Kamis 16 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

SMAN 1 Kota Tasikmalaya Gembleng Kualitas Guru Lewat Workshop Profesional

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi mutu pendidikan demi melahirkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi. Pihak sekolah meyakini bahwa kunci utama untuk menghasilkan anak didik yang cerdas dan berkarakter terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) para tenaga pendidiknya.

Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Dr. Yonandi, menegaskan bahwa kecerdasan guru harus menopang proses pencerdasan siswa. Oleh karena itu, sekolah secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, seperti workshop, seminar, dan pelatihan keguruan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jemput Bola ke Jakarta, Dicky Chandra Pastikan Bantuan Kemensos Mengalir ke Tasikmalaya

“Kami terus berusaha meningkatkan kualitas para guru demi menghasilkan anak didik yang berprestasi,” ujar Dr. Yonandi di sela kegiatan workshop tenaga guru di kampus SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Rabu (15/4/2026).

Menghadirkan Narasumber Profesional

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pakar-pakar berpengalaman guna memperluas wawasan para guru. Narasumber tersebut antara lain Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof. Dr. Uman Suherman, serta Kepala Bidang GTK Disdik Jawa Barat, Dr. Firman Oktora.

Yonandi menjelaskan bahwa para pemateri memberikan motivasi agar guru mampu menjadi sosok yang layak digugu dan ditiru. Selain itu, workshop ini membekali tenaga pendidik dengan strategi untuk mengembangkan potensi dan minat. Serta bakat siswa agar tumbuh secara optimal sesuai perkembangan zaman.

“Kemampuan dan tingkat pendidikan guru akan berbanding lurus dengan capaian kualitas siswa. Maka, SDM guru harus mendapatkan perhatian utama,” tambahnya.

Penerapan Bahasa Inggris dalam Pembelajaran

Selain kompetensi pedagogik, SMAN 1 Kota Tasikmalaya juga mulai mendorong kecakapan bahasa Inggris bagi seluruh guru. Yonandi menilai bahasa Inggris kini bukan sekadar mata pelajaran, melainkan kebutuhan dasar dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Sebagai langkah nyata, pihak sekolah akan segera mewajibkan para guru untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris. Penerapan tersebut saat memulai dan mengakhiri pembelajaran di kelas.

“Guru harus mulai membiasakan diri menyapa siswa dengan bahasa Inggris. Seperti ‘Good morning’ saat membuka kelas dan menutupnya dengan kalimat serupa. Ini harus menjadi kebiasaan baru di sekolah ini,” pungkas Yonandi.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru