TASIKMLAYA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) tengah menyiapkan gebrakan besar untuk membangkitkan ekonomi dari level akar rumput.
Tidak tanggung-tanggung, sebuah program pinjaman tanpa bunga sedang di matangkan untuk menyasar sekitar 7 ribu pelaku usaha pemula yang tersebar di seluruh pelosok desa.
BACA JUGA:
Angin Kencang Terjang Sukaraja Tasikmalaya, Pohon Albasia 25 Meter Timpa Rumah Warga
Langkah ini di proyeksikan menjadi angin segar bagi warga yang ingin merintis bisnis namun terkendala modal dan tingginya bunga bank.
Strategi “Jemput Bola” untuk Pengusaha Baru
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan, fokus utama program ini adalah menciptakan ekosistem usaha yang inklusif.
Pemerintah daerah tidak hanya memberikan akses uang. Namun juga menyederhanakan birokrasi yang selama ini di anggap rumit oleh masyarakat desa.
”Kami ingin memperkuat ekonomi dari bawah. Sasaran utamanya adalah pengusaha baru. Agar tidak memberatkan, jangka waktu pinjaman di buat fleksibel, bisa dua tahun atau lebih,” kata Asep, Rabu (15/4/2026).
Dia menjelaskan, mengenai keunggulan program Pinjaman tanpa Bunga ini karena adanya subsidi bunga yang di tanggung penuh melalui skema dana titipan BUMD.
Masa pengembalian lebih dari satu tahun untuk menjaga arus kas usaha baru. Dan yang paling penting, proses persyaratan perbankan akan di dampingi langsung oleh pemerintah.
BACA JUGA:
Rahasia Tahu Cibuntu H. Imin, Bertahan 18 Tahun di Tasikmalaya
”Distribusinya merata dengan target sasaran sebanyak 7 ribu penerima dan akan di bagi secara adil ke setiap desa agar pertumbuhan ekonomi tidak menumpuk di pusat kota,” kata Asep.
Manfaatkan Cuan dari Digitalisasi dan Pengemasan
Asep optimistis, modal kecil (Rp5 juta) sudah cukup untuk memulai bisnis yang kompetitif di era digital saat ini. Menurutnya, kunci sukses UMKM masa kini terletak pada kualitas produk dan strategi pemasaran.
”Sekarang peluang terbuka lebar lewat pemasaran digital. Produk yang higienis, sehat dan di kemas menarik punya potensi besar untuk meledak di pasar. Terlebih di dukung jasa kurir yang sudah menjangkau pelosok,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin memastikan, pihaknya akan memberikan pengawalan ketat bagi para calon pengusaha.
Dinas terkait saat ini sedang melakukan pendataan intensif untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.
Selain pendataan, para pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan produksi dan standar kualitas. Bantuan pengurusan izin usaha dan membantu akses ke perbankan secara langsung.
Menuju Kemandirian Ekonomi Desa
Dengan di luncurkannya program ini dalam waktu dekat, Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat mencetak ribuan wirausahawan baru yang tangguh.
Harapannya, desa bukan lagi sekadar penonton dalam perputaran ekonomi, melainkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan daerah.
Bagi warga Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki ide bisnis namun terbentur modal, bisa memanfaatkan program ini. Alhasil, memiliki kesempatan emas untuk naik kelas.
(Abdul Latif)



