TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tasikmalaya mencatatkan penghimpunan zakat fitrah yang fantastis selama bulan Ramadan 2026. Hingga awal April 2026, lembaga ini telah mengumpulkan dana sebesar Rp.8.884.355.000 dari total potensi zakat fitrah yang mencapai Rp25 miliar.
Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, BAZNAS Kota Tasikmalaya telah melaporkan perolehan tersebut kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat serta tingkat Pusat. Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya, H. Nasihin, menjelaskan bahwa nominal tersebut berasal dari 443.876 pembayar zakat (muzakki) yang tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Sukaraja Tasikmalaya, Pohon Albasia 25 Meter Timpa Rumah Warga
“Alhamdulillah, dana zakat fitrah yang masuk sudah menembus angka Rp8 miliar lebih. Ini membuktikan masyarakat sadar untuk menunaikan kewajibannya melalui UPZ dan kanal resmi kami,” ujar Nasihin di kantornya, Selasa (14/4/2026).
Kejar Target dan Desak Pelaporan UPZ
Meskipun telah melampaui angka Rp8,8 miliar, BAZNAS masih mengejar target tahunan sebesar Rp15 miliar. Nasihin menilai target tersebut sangat realistis mengingat tren capaian tahun-tahun sebelumnya yang terus menanjak. Pihaknya optimis angka final akan meningkat karena masih ada 15 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga DKM yang belum menyerahkan laporan resmi.
Nasihin memberikan atensi khusus kepada UPZ yang terlambat menyetorkan laporan. Menurutnya, keterlambatan ini menghambat pencatatan potensi zakat yang sebenarnya jauh lebih besar dari angka saat ini.
“Kami meminta UPZ yang belum menyampaikan laporan penerimaan zakat untuk segera merampungkannya. Laporan yang terlambat membuat pencatatan tidak utuh, padahal ini adalah dana umat yang membutuhkan pertanggungjawaban jelas,” tegasnya.
Penyaluran Tepat Sasaran
BAZNAS Kota Tasikmalaya juga memastikan bahwa dana yang telah terhimpun langsung mengalir kembali kepada 443.871 penerima zakat (mustahik). Proses penyaluran melibatkan UPZ di masing-masing wilayah agar bantuan sampai lebih cepat dan tepat sasaran.
“Prinsipnya, kami mengembalikan dana dari umat untuk umat sebagai bantuan sosial. Kami memverifikasi setiap penerima melalui proses asesmen agar penyaluran benar-benar transparan,” tambah Nasihin.
Dengan sisa waktu penghitungan hingga akhir April ini, BAZNAS optimis setiap tambahan laporan dari UPZ akan mendongkrak nilai pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat bagi para mustahik di “Kota Santri” tersebut.
(Seda)



