spot_imgspot_img
Sabtu 11 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Tasikmalaya Sidak Hari Pertama WFH di Balekota

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruangan di lingkungan Setda Kota Tasikmalaya pada hari pertama pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH), Jumat (10/4/2026). Langkah tanpa pemberitahuan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas kerja pegawai serta memantau langsung upaya penghematan energi di kantor pemerintahan.

Dalam sidak yang didampingi Inspektur Inspektorat Iming Muhaemin dan Asisten III Asep MP tersebut, Viman mendapati suasana kantor yang lengang. Ia memeriksa satu persatu ruangan kerja guna memastikan penggunaan listrik, lampu, dan AC tetap terkontrol dengan bijak saat sebagian besar pegawai menjalankan tugas dari rumah.

Baca Juga: Gagal Penuhi Standar Higiene, Dua Dapur SPPG di Kota Tasikmalaya Berhenti Beroperasi

Viman menegaskan bahwa kebijakan WFH ini berlaku secara bertahap dan tidak menyentuh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Pejabat eselon II, eselon III, pejabat administrator, serta unit pelayan publik tetap wajib bekerja dari kantor (Work From Office) seperti biasa.

Pusatkan Kerja di Satu Ruangan

Wali Kota menjelaskan bahwa esensi utama WFH adalah penghematan energi. Oleh karena itu, ia menginstruksikan pegawai yang tetap di kantor untuk bekerja secara terpusat dalam satu ruangan agar penggunaan fasilitas gedung lebih efektif.

“Kami memusatkan aktivitas pegawai di satu tempat agar lebih hemat. Kami mematikan listrik dan lampu di ruangan yang kosong karena hanya segelintir orang yang bekerja di kantor,” ujar Viman Alfarizi.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Bagian Pembangunan, Bagian Prokopim, dan Bagian Umum yang tetap aktif menjalankan rapat melalui aplikasi Zoom. Viman menilai kedisiplinan tersebut membuktikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan maksimal meski melalui sarana daring.

Pengawasan Ketat Lewat Aplikasi Digital

Terkait pengawasan ASN yang berada di rumah, Pemkot Tasikmalaya menerapkan sistem absensi digital tiga kali sehari melalui aplikasi IKET. Viman memastikan pemerintah tidak menggunakan pelacak GPS, melainkan fokus pada laporan progres pekerjaan dan output kinerja yang masuk secara rutin.

“Sistem kami sudah siap. Laporan progres pekerjaan tetap masuk melalui aplikasi sehingga kami bisa memantau target kinerja pegawai. Kami ingin memastikan mereka benar-benar bekerja dari rumah, bukan malah berlibur ke tempat wisata,” tegasnya.

Komitmen Efisiensi dan Kesehatan

Selain WFH, Pemkot Tasikmalaya tetap mempertahankan kebijakan Computational Fluid Dynamics (CFD) setiap hari Rabu. Meski cakupan wilayahnya terbatas, Viman menilai langkah ini sangat penting untuk mengurangi emisi kendaraan dinas sekaligus menjaga kesehatan fisik para pegawai.

Viman berharap penerapan WFH selama satu bulan ke depan mampu menekan konsumsi energi listrik secara signifikan. Selain efisiensi anggaran, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengakselerasi transformasi birokrasi modern yang berbasis teknologi digital di Kota Tasikmalaya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru