BANDUNG,FOKUSJabar.id: Lautan manusia memadati kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026), demi merayakan momentum “Mapag Persib Juara“. Di tengah kepungan ratusan ribu suporter yang menyemut, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian harus bekerja ekstra keras tanpa henti untuk menyelamatkan warga yang terjebak di tengah kerumunan.
Hingga pukul 11.00 WIB, grafik kepadatan massa di jantung Kota Kembang terus meroket tajam. Pihak Humas Kota Bandung bahkan melaporkan bahwa timnya kesulitan bergerak akibat luapan bobotoh yang mengunci hampir seluruh akses jalan utama.
Baca Juga: Pesta Juara Berubah Petaka Pemuda 21 Tahun Tewas, Euforia Konvoi Persib Diwarnai Insiden
Kondisi kritis ini tidak hanya melumpuhkan Jalan Asia Afrika. Massa juga menyemut dan menyumbat sejumlah ruas jalan penyangga, mulai dari Jalan Dr. Soekarno, Jalan Banceuy, Jalan Naripan, hingga seluruh gang tembus yang mengarah ke pusat perayaan. Alhasil, mobilitas petugas evakuasi dan warga menjadi sangat terbatas.
Di tengah situasi pelik tersebut, tim humas memantau pergerakan dinamis petugas Dishub dan aparat kepolisian yang berulang kali menembus tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika. Mereka bergerak taktis mengulurkan bantuan medis kepada warga yang mulai kelelahan.
Sejumlah petugas tampak menggendong anak kecil, sementara personel lainnya sigap memapah warga dewasa yang lemas akibat berdesakan. Berdasarkan pantauan lapangan, para petugas tersebut sedang mengevakuasi belasan bobotoh yang mengalami sesak napas akut akibat minimnya ruang sirkulasi udara di tengah kerumunan.
Evakuasi Lewat Jalur Darurat: Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua
Kawasan Asia Afrika memang bertransformasi menjadi salah satu titik paling rawan dan padat sepanjang rute konvoi berlangsung. Banyak warga terjebak berjam-jam hingga mengalami dehidrasi berat dan membutuhkan pertolongan medis segera.
“Saat ini kami mencatat sudah ada 10 anak yang terpisah dari orang tuanya. Selain itu, ada sekitar lima orang dewasa yang memerlukan penanganan medis darurat. Ini baru data di titik yang saya pantau, kemungkinan rekan petugas di sektor lain menemukan kasus serupa,” ungkap Budiman, petugas Dishub Kota Bandung dari Bidang Sarana Prasarana.
Menyikapi macetnya akses menuju JPO Asia Afrika, tim pengamanan gabungan langsung menjebol barikade dan membuka jalur darurat (evacuation route). Langkah berani ini bertujuan mempercepat proses penyelamatan warga yang membutuhkan pertolongan cepat ke area yang lebih steril.
Petugas melarikan warga yang lemas dengan cara mengangkat tubuh mereka melewati pagar pembatas pengamanan. Setelah berhasil keluar dari zona padat, petugas langsung mengarahkan mereka ke posko kesehatan untuk menghindari risiko kefatalan yang lebih besar.
Selain menangani keluhan medis, personel Dishub dan kepolisian aktif memanfaatkan pengeras suara di sekitar JPO Asia Afrika. Hal itu untuk menyatukan kembali keluarga yang terpecah. Petugas berulang kali memanggil nama orang tua maupun rekan rombongan bobotoh yang terpisah di tengah hiruk-pikuk penantian bus pemain Persib Bandung.
Petugas Desak Lansia dan Anak-Anak Menjauh dari Zona Padat
Di sela-sela ketatnya penjagaan, Budiman meminta masyarakat untuk tidak panik. Kemudian tetap bersabar menunggu arak-arakan skuad Pangeran Biru yang sedang bergerak dari Gedung Sate menuju Pendopo Kota Bandung di Jalan Dalem Kaum.
Ia juga melayangkan peringatan keras bagi kelompok warga yang rentan secara fisik agar segera mengamankan diri.
“Bagi warga yang membawa anak balita, lansia, atau warga yang kondisi fisiknya sedang kurang fit, kami minta dengan sangat untuk tidak memaksakan diri masuk ke kerumunan. Segera cari tempat aman dan menjauhlah dari pusat kepadatan,” tegas Budiman.
Pemerintah Kota Bandung terus mengingatkan warga agar menempatkan keselamatan di atas segalanya, tanpa harus mengorbankan kesehatan demi euforia juara.
Guna memantau pergerakan terbaru rombongan pemain secara real-time, masyarakat bisa mengakses kanal digital resmi Pemkot Bandung melalui akun Instagram @humasbdg.
Pemerintah juga meminta warga untuk segera menghubungi layanan kedaruratan gratis Bandung Siaga 112. Jika melihat atau mengalami situasi darurat di lapangan yang membutuhkan pertolongan medis maupun pengamanan cepat.
(Jingga Sonjaya)



