SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Senyum bahagia memancar kuat dari wajah Rohaeti, seorang warga Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, saat menggenggam kunci hunian barunya dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. Usai berjuang melewati masa-masa kelam akibat hantaman bencana longsor, kini ia bersama warga penyintas lainnya resmi menempati kompleks perumahan yang jauh lebih aman.
Pemerintah daerah mengucurkan bantuan rumah permanen tersebut sebagai langkah strategis untuk merelokasi warga yang sebelumnya bertahan di zona merah rawan bencana. Selain Rohaeti, tiga kepala keluarga lainnya turut menerima unit bangunan pengganti dari pihak pemkab.
Baca Juga: Reymon Si Sapi Jumbo Bantuan Presiden Prabowo Curi Perhatian di Depok
Tragedi tanah longsor yang menerjang setahun lalu itu sempat melumpuhkan total akses Jalan Desa Cisalak yang mengarah ke Dusun Marasa. Fatalitas bencana tersebut memaksa sedikitnya 100 jiwa mengungsi dan bertahan berbulan-bulan di dalam Gedung Olahraga (GOR) Desa Cisalak demi menyelamatkan nyawa.
Penjabat Bupati Sumedang secara simbolis menyerahkan langsung kunci rumah tersebut kepada para penerima manfaat di lokasi relokasi baru yang bertempat di Blok Lapang Tanggulun, Desa Cisalak, Sabtu (23/5/2026).
Pemerintah mematangkan pembangunan empat unit rumah tipe 36 ini khusus untuk menampung para korban longsor Cisalak. Skuad pemda merancang area pemukiman baru tersebut agar masyarakat dapat merajut asa tanpa perlu dihantui kecemasan akan longsor susulan.
“Saat meninjau lokasi longsor setahun lalu, saya langsung meminta tim untuk merencanakan relokasi warga. Pemerintah Daerah segera melakukan pengadaan tanahnya, kemudian membangunkan unit rumahnya. Alhamdulillah, hari ini warga sudah bisa menempati rumah barunya di Desa Cisalak. Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir memberikan solusi di tempat yang jauh lebih aman,” jelas Dony.
Pemkab Sumedang Sisir Zona Rawan Lain Secara Bertahap
Bupati menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena program evakuasi permukiman bagi warga Dusun Sukaasih ini akhirnya rampung 100 persen. Otoritas wilayah terus berkomitmen menelurkan solusi jangka panjang bagi perbaikan taraf hidup masyarakat di peta rawan bencana.
Bupati juga menegaskan bahwa operasi relokasi serupa di daerah rawan lainnya kini tengah berjalan. Meski membutuhkan anggaran besar dan tahapan birokrasi yang tidak instan, Pemkab Sumedang berkomitmen menuntaskan program penataan ini secara berkesinambungan.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa mengintai. Kluster daerah lainnya sedang dalam proses penanganan tim teknis, tentu semua itu membutuhkan waktu. Kami sangat bersyukur rencana besar memindahkan warga Dusun Sukaasih Desa Cisalak bisa terwujud nyata,” imbuhnya.
Selaras dengan bupati, Rohaeti meluapkan rasa haru dan menghaturkan apresiasi tertinggi kepada jajaran Pemkab Sumedang atas kepedulian nyata yang menyasar keluarganya.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati atas bantuan rumah gratis ini. Semoga hunian baru ini mampu membawa keberkahan dan ketenangan bagi keluarga kami ke depan,” tutur Rohaeti.
Bagi Rohaeti dan para tetangganya, rumah relokasi bertipe minimalis tersebut bukan sekadar struktur bangunan batako baru. Hunian aman ini bertransformasi menjadi simbol fajar harapan baru setelah mereka terombang-ambing akibat bencana alam setahun silam.
Kini, para penyintas longsor di Desa Cisalak siap menata lembaran hidup baru dengan perasaan tenang, aman, dan nyaman di lingkungan yang lebih ramah lingkungan.
(Jingga Sonjaya)



