spot_imgspot_img
Minggu 5 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahasiswa Unper dan Pemuda Amanat Tasikmalaya Sukses Gelar Jambore Tanam ke-7 Tahun 2026

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kepedulian terhadap kelestarian alam memicu aksi nyata para pemuda di Kabupaten Tasikmalaya pada awal April 2026. Aliansi Remaja dan Pemuda Kampung Trowek (Amanat) menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya sukses menggelar Jambore Tanam ke-7 di kawasan Huru Kapas, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten.

Aksi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (4-5/4/2026), tersebut memfokuskan pemulihan lahan kritis yang selama ini menjadi titik rawan longsor. Para pegiat lingkungan ini menanam lebih dari 1.000 bibit pohon baru sebagai langkah konkret mitigasi bencana.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Jadikan Masukan Purna Bakti sebagai Bekal Pembangunan

Tokoh Pemuda Trowek, Robi Ramlan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan tahap ketiga dalam rangkaian penghijauan sepanjang tahun 2026. Jika menjumlahkan dengan kegiatan pada Januari dan Februari lalu, kini sebanyak 1.300 pohon telah berdiri kokoh di wilayah tersebut.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk terus bergerak hingga daerah rawan ini benar-benar hijau dan aman dari ancaman tanah longsor,” tegas Robi.

Pemilihan Bibit dan Edukasi di Tengah Hutan

Para relawan memilih jenis bibit secara cermat agar memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat. Mereka menanam pohon kayu Manglid dan Picung untuk memperkuat struktur tanah, serta pohon produktif seperti Cengkeh, Pala, Manggis, dan Alpukat untuk menunjang ekonomi warga di masa depan.

Pelaksanaan Jambore Tanam kali ini juga menghadirkan suasana berbeda. Ratusan mahasiswa dari Unper, Universitas Siliwangi (Unsil), serta pemuda lokal memilih berkemah di kawasan hutan. Di bawah langit malam, mereka menggelar diskusi intensif mengenai pelestarian ekosistem guna membangun ikatan emosional antara relawan dengan alam.

Ketua BEM Unper, Abdan Syakuro, memandang keterlibatan mahasiswa sebagai kewajiban moral untuk memberikan solusi konkret bagi isu lingkungan masyarakat.

“Mahasiswa hadir untuk memastikan tata kelola lingkungan tetap terjaga. Pohon-pohon ini berfungsi sebagai penghasil oksigen, penjaga mata air, sekaligus sumber pangan bagi warga dan makhluk hidup lainnya,” ujar Abdan.

Apresiasi dan Harapan Masa Depan

Semangat membara para muda-mudi ini menarik perhatian Ketua Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Kabupaten Tasikmalaya, Tjitjih Kurniasih. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang berani melakukan penanaman di medan sulit di tengah guyuran musim hujan.

“Aksi menanam di lokasi rawan longsor saat musim hujan merupakan langkah yang luar biasa. Kami berharap masyarakat terus menjaga pohon-pohon ini agar anak cucu nanti bisa merasakan dampaknya,” ungkap Tjitjih.

Kolaborasi antara akademisi dan pemuda lokal ini menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pelestarian alam di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan kembalinya fungsi hutan di kawasan Huru Kapas, ketersediaan air diharapkan kembali normal sehingga masyarakat Trowek tidak perlu lagi merasa cemas akan ancaman bencana longsor.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru