BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung membidik nilai transaksi Pasar Kreatif Bandung 2026 mampu melampaui rekor tahun lalu yang menembus angka kisaran Rp10 miliar.
Pihak dinas melandasi optimisme tinggi tersebut seiring melonjaknya jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ambil bagian, terutama kehadiran para wajah baru yang mendapatkan panggung promosi pada ajang tahunan bergengsi ini.
Baca Juga: Disdik Kota Bandung Buka Posko Aduan, Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memacu kurva penjualan selama pameran berlangsung, sekalipun dinamika ekonomi global saat ini masih membayangi dengan rentetan tantangan.
“Targetnya masih kami upayakan agar bisa di atas Rp10 miliar, meskipun kami tetap melihat kondisi dan situasi ekonomi yang ada,” ujar Ronny, Jumat (5/6/2026).
Ronny tidak menampik bahwa gejolak ekonomi dunia, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, ikut memengaruhi daya beli. Namun, ia sangat percaya bahwa kecintaan warga terhadap produk lokal serta tingginya animo pelancong yang datang ke Kota Kembang bakal sukses mendongkrak omzet para perajin lokal.
Sukses Cetak UMKM Naik Kelas
Bukan sekadar memburu pundi-pundi rupiah, Pasar Kreatif Bandung 2026 juga mengemban misi besar sebagai wadah regenerasi pelaku usaha. Pihaknya mengunci target sebesar 32 persen dari total peserta tahun ini merupakan para pelaku usaha anyar yang belum pernah mencicipi lantai pameran Pasar Kreatif Bandung sebelumnya.
Ronny menjelaskan, pelibatan para debutan ini menjadi strategi jitu untuk membuka keran peluang yang lebih lebar bagi pelaku industri kreatif dalam memperkenalkan produk unggulannya ke pangsa pasar yang jauh lebih masif.
Di samping itu, Pihaknya memperketat sistem kurasi demi menjaga keberagaman komoditas yang unjuk gigi agar tidak terdominasi oleh satu klaster usaha tertentu saja. Langkah ini memastikan para pengunjung mendapatkan variasi pilihan belanjaan yang kaya, sekaligus memberikan keadilan ruang promosi bagi sektor kriya, fesyen, hingga kuliner.
“Kadang terdapat pelaku usaha lama yang kembali ikut serta, namun tetap kami upayakan adanya regenerasi dan pelaku usaha baru. Banyak alumni Pasar Kreatif Bandung yang kini telah naik kelas, bahkan sebagian sudah mampu melakukan ekspor,” kata Rony.
Ia berharap perhelatan ini konsisten menjadi inkubator tangguh bagi UMKM Bandung dalam menaikkan kapasitas produksi, memperluas jaringan kemitraan dagang, hingga membuka akses mandiri menembus pasar internasional.
Pihak panitia bakal menyebar kemeriahan Pasar Kreatif Bandung 2026 di delapan pusat perbelanjaan (mal) modern se-Kota Bandung. Paris Van Java (PVJ) mendapat kehormatan sebagai lokasi upacara pembukaan, sedangkan King Shopping Center bakal menutup rangkaian panjang festival belanja ini.
“Jumlah tenant di setiap lokasi akan menyesuaikan dengan kapasitas area yang tersedia, terutama di area atrium mal. PVJ menjadi lokasi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni sekitar 60 pelaku usaha,” pungkas Ronny.
Jadwal Lengkap Pasar Kreatif Bandung 2026
Bagi Anda pemburu produk lokal berkualitas, catat tanggal main dan lokasi pelaksanaan Pasar Kreatif Bandung 2026 berikut ini:
| No | Lokasi Pusat Perbelanjaan (Mal) | Tanggal Pelaksanaan |
| 1 | Paris Van Java (PVJ) | 8 – 14 Juni 2026 |
| 2 | 23 Paskal Shopping Center | 12 – 21 Juni 2026 |
| 3 | Cihampelas Walk (Ciwalk) | 19 – 28 Juni 2026 |
| 4 | Summarecon Mall Bandung (Sumaba) | 26 Juni – 5 Juli 2026 |
| 5 | Trans Studio Mall (TSM) Bandung | 6 – 12 Juli 2026 |
| 6 | The Botanica | 10 – 19 Juli 2026 |
| 7 | Festival Citylink | 17 – 26 Juli 2026 |
| 8 | King Shopping Center | 24 Juli – 2 Agustus 2026 |
(Yusuf Mugni)



