TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kabar kurang sedap kembali menerpa jalannya program strategis nasional di tingkat daerah. Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, secara resmi menghentikan sementara penyaluran program jaminan nutrisi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan pembekuan distribusi pasokan makanan ini mulai berlaku efektif, Jumat (5/6/2026).
Langkah mendadak tersebut langsung memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan orang tua siswa. Pasalnya, warga lokal selama ini sangat mengandalkan program MBG untuk menunjang pemenuhan gizi anak-anak sekolah serta balita di posyandu wilayah tersebut.
Baca Juga: Dandim 0612/Tasikmalaya dan PLN Sukses Gelar Clean Energy Day Run 6K
Pihak pengelola melandasi keputusan pahit ini berdasarkan surat edaran resmi ber-kop SPPG Mulyasari Tamansari Kota Tasikmalaya di bawah naungan Yayasan Sri Ratu Cipta Mandiri tertanggal 4 Juni 2026.
Dalam maklumat tertulis itu, manajemen menjelaskan bahwa instruksi langsung dari pemerintah pusat memicu penghentian sementara ini. Hal tersebut berkaitan erat dengan kebijakan penangguhan kucuran dana operasional SPPG yang turun dari tingkat pusat.
Hingga saat ini, otoritas terkait belum memberikan kepastian mengenai batas waktu pembekuan operasional dapur produksi tersebut.
“Sehubungan adanya himbauan pemberhentian sementara dana operasional SPPG dari pusat, dengan ini kami memberikan pengumuman penangguhan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG), dimulai tanggal 5 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan,” bunyi petikan keterangan resmi manajemen dalam surat edaran tersebut.
Manajemen Janji Tetap Jaga Mutu dan Kualitas Program MBG
Meski terpaksa menyetop pasokan makanan ke posyandu dan sekolah, pihak penyelenggara mengeklaim langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab menyeluruh. Manajemen berkomitmen tinggi untuk tetap menjaga standar mutu terbaik program MBG dan mematangkan sistem keberlanjutannya di masa mendatang.
Panitia telah mendistribusikan surat maklumat ini kepada seluruh Person in Charge (PIC) sekolah. Serta kader-kader posyandu di wilayah pelayanan Mulyasari, Tamansari. Pihak pengelola juga berjanji bakal terus menyodorkan pembaruan informasi secara berkala kepada publik. Hingga dapur produksi siap memasak kembali secara normal.
Bubuhan cap resmi dari Badan Gizi Nasional bersama Yayasan Sri Ratu Cipta Mandiri memvalidasi secara kuat dokumen penting tersebut. PIC Yayasan Sri Ratu Cipta Mandiri, Sri Ratu Indrayu, bersama Kepala SPPG Mulyasari Tamansari, Acep Nasrullah, S.T., menandatangani langsung surat keputusan bersama itu.
(Abdul Latif)



