PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mengakhiri masa libur lebaran 2026, arus kendaraan wisatawan ke destinasi Wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat tercatat cukup tinggi.
Pantauan di depan pintu masuk utama Pantai Barat Pangandaran. Antrean sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mulai memasuki kawasan wisata.
Kendaraan yang masuk di dominasi berplat nomor luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Bogor hingga Jawa Tengah.
Baca Juga: Pemkab Pangandaran Hadirkan Pantauan Visual Real-Time di Pintu Masuk Pantai
Berdasarkan data rekapitulasi harian yang di terima FOKUSJabar.id, selama delapan hari dari H+1 hingga H+8. Jumlah kendaraan yang masuk ke pantai Pangandaran mencapai 64.173 unit.
Dengan rincian, kendaraan roda dua (motor) sebanyak 33.789 unit, di susul kendaraan roda empat (mobil) sebanyak 28.510 unit.
Sedangkan, kendaraan bus kecil sebanyak 1.231 unit, bus besar 349 unit, dan bus sedang 294 unit.
Lonjakan tertinggi terjadi pada hari kedua, di mana mobil mencapai 5.920 unit dan motor menembus 7.193 unit dalam satu hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, mengatakan, jumlah kendaraan roda empat. Pada momen libur lebaran ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya.
”Jadi, di lihat dari kendaraan wisatawan jelas ada perbedaan di banding lebaran tahun sebelumnya,” ujar Nana Minggu (29/3/2026).
Puncak Lonjakan Kendaraan
Menurutnya, pada libur lebaran tahun 2025 lalu, puncak lonjakan kendaraan terjadi di H+3, dengan jumlah kendaraan sekitar 10 ribu unit.
”Kalau libur lebaran tahun sekarang, itu puncaknya pada H+2 total kendaraan yang masuk Pangandaran itu sekitar 13 ribu unit,” katanya.
Melihat lonjakan kunjungan itu, Nana mengaku bersyukur lantaran momen libur lebaran tahun ini. Tidak sampai terjadi kemacetan yang parah di Pantai Pangandaran.
Baca Juga: Tingginya Lonjakan Wisatawan Picu Sederet Kasus di Pangandaran
Keberhasilan itu bukan tanpa usaha, Nana menyebut, personil Dinas Perhubungan Pangandaran terus melakukan penjagaan. Serta mengatur arus lalu lintas selam 24 jam.
”Kami terus melakukan sosialisasi dan bekerja di lapangan agar kendaraan wisatawan tertata rapih di lokasi parkiran. Dan tidak terjadi krodit,” ucap Nana.
Langkah ini ia buat guna menjaga kenyamanan wisatawan. Bagi Nana, kenyamanan wisatawan merupakan motivasi yang tak ternilai harganya.
(Sajidin)



