TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gelombang arus balik Lebaran 2026 di Kota Tasikmalaya mencatatkan angka pergerakan penumpang yang sangat tinggi. Hingga Kamis (26/3/2026) atau H+5 Lebaran, Terminal Tipe A Indihiang mendata sebanyak 47.000 orang telah menempuh perjalanan kembali ke perantauan.
Kepala Terminal Indihiang, Yosep Yanuar, menyebutkan bahwa lonjakan paling tajam terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Dalam satu hari tersebut, terminal melayani sekitar 10.000 penumpang yang memadati area keberangkatan.
Baca Juga: Salah Kira Jalur One Way, Minibus Avanza Hantam Tembok Rumah Warga di Kadipaten Tasikmalaya
Dominasi Tiket Digital dan Fasilitas Terminal
Musim mudik tahun ini menunjukkan pergeseran tren di mana sistem digital mulai mendominasi pembelian tiket. Sekitar 70 hingga 80 persen penumpang kini menggunakan aplikasi daring (online), sehingga mempermudah pemantauan armada melalui Terminal Online System (TOS) secara real-time.
Meski demikian, Yosep tetap mewajibkan setiap Perusahaan Otobus (PO) menyediakan loket fisik. “Kami tetap menyediakan tiket fisik untuk melayani masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi digital,” tegas Yosep.
Guna mengusir kejenuhan penumpang saat menunggu bus, Terminal Indihiang kini menyediakan berbagai fasilitas humanis, seperti:
- Ruang Baca: Menyediakan literasi menarik untuk mengisi waktu tunggu.
- Area Bermain Anak: Menjamin keceriaan anak-anak selama berada di terminal.
- Sarana Hiburan: Memberikan suasana yang lebih ramah dan nyaman bagi pemudik.
Antisipasi Titik Kritis Tanjakan Gentong
Sementara itu, tantangan berat masih membayangi pengendara yang melintasi jalur nasional, tepatnya di Tanjakan Gentong, Kadipaten. Medan jalan yang ekstrem memicu kemacetan parah pada Kamis (26/3), di mana banyak kendaraan mengalami mesin panas berlebih (overheat) hingga mogok di tengah tanjakan.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, mengerahkan personel khusus dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk mengantisipasi kelumpuhan arus. Polisi menyiagakan Tim Ganjal Ban di titik-titik paling curam guna membantu kendaraan yang mendadak mati mesin atau tidak kuat menanjak.
“Kami menyiagakan personel selama 24 jam untuk memberikan bantuan teknis, mulai dari mendinginkan radiator hingga mendorong kendaraan yang mogok, agar Jalur Gentong tetap aman bagi pemudik,” ujar AKBP Andi Purwanto.
Kementerian Perhubungan memprediksi lonjakan penumpang susulan akan kembali terjadi pada 28–29 Maret 2026. Petugas mengimbau para pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum menghadapi jalur ekstrem Gentong, terutama saat potensi kemacetan total melanda.
(Abdul Latif)



