GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyoroti pentingnya reformasi total dalam sistem kenaikan pangkat dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut Syakur, dengan jumlah aparatur yang mencapai lebih dari 20 ribu pegawai, Pemkab Garut tidak bisa lagi mengandalkan metode penilaian tradisional yang subjektif.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Terbaik 1 Pengendalian Inflasi Regional Jawa-Bali
Bpati Garut mengakui, keterbatasan sistem saat ini sering kali membuat pemetaan prestasi pegawai menjadi tidak merata. Terutama bagi mereka yang bertugas di pelosok.
“Saya pribadi ketika menunjuk sesorang untuk kenaikan jabatan kadang-kadang tidak punya gambaran yang komprehensif. Mungkin itu tidak terlepas karena belum memiliki sistem yang sangat baik terkait tentang bagaimana mengelola manajemen SDM,” kata Syakur.
Sebagai langkah konkret, Bupati telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mengadopsi sistem modern yang terstandarisasi secara nasional.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Pemkab Garut terus mendorong para PNS untuk mengikuti Uji Kompetensi (Ukom).
Pada tahun anggaran ini, Pemkab Garut telah mengalokasikan kuota Ukom untuk 2.000 orang PNS. targetnya, seluruh pegawai dapat selesai mengikuti uji kompetensi pada tahun depan.
“Nanti kita lihat anggarannya. Sehingga kita punya peta yang komprehensif dan lengkap. Siapa ada di mana, dia punya kompetensi apa dan apakah layak atau eligible untuk mendapatkan kehormatan berupa kenaikan pangkat dan jabatan,” ungkap Bupati.
BACA JUGA:
Laskar Prabowo 08 Apresiasi Penegakan Hukum yang Disuarakan Lola Nelria Oktavia
Di tengah upaya pembenahan ini, Bupati Garut turut memberikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) yang berhasil meraih penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten terbaik ke-3 di wilayah Banten – Jawa Barat dalam hal pengelolaan manajemen talenta.
Bupati mengingatkan, pelaksanaan Uji Kompetensi bagi PNS akan mulai bergulir minggu ini. Karenanya, dia meminta seluruh instansi dan pegawai terkait untuk mempersiapkannya dengan serius dan penuh dedikasi.
Langkah ini di nilai krusial untuk memastikan setiap aparatur di Kabupaten Garut memiliki kapasitas, integritas serta kemampuan manajerial yang baik demi pelayanan publik yang optimal.
(Bambang Fouristian)



