PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah strategi jitu guna menghadapi lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026. Rangkaian langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan para pelancong saat menikmati masa liburan di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah menata pedagang di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Irna Kusmawati, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menjamin wisatawan tetap memiliki ruang terbuka untuk menikmati keindahan pantai.
Baca Juga: Dari Gedung ‘Hantu’ Jadi Penyelamat, Eks Pos PPKM Pangandaran Berubah Jadi Pos Kesehatan
Penataan Lapak dan Pembatasan Alat Dagang
Pemerintah meminta para pedagang memundurkan lapak mereka sekitar tujuh hingga sepuluh meter. Langkah ini perlu karena sebelumnya banyak lapak yang menjorok hingga menutupi area teduh di tepi pantai.
“Kami meminta pedagang mundur supaya wisatawan tetap punya ruang luas untuk menikmati pantai,” ujar Irna, Senin (16/3/2026).
Selain lokasi dagang, aturan baru juga menyasar penggunaan tikar. Pedagang tidak boleh menghamparkan tikar sebelum ada wisatawan yang memesan tempat duduk. Pemerintah pun membatasi peralatan di area pantai, yakni maksimal dua unit payung serta dua set meja dan kursi untuk setiap pedagang. Saat ini, data mencatat sekitar 446 pedagang aktif beroperasi di kawasan Pantai Barat.
Penataan Batu Karas dan Rekayasa Lalu Lintas
Tak hanya di Pantai Barat, penataan juga menyasar kawasan wisata Batu Karas. Petugas merapikan parkir perahu nelayan yang sebelumnya sering menjorok ke bahu jalan dan trotoar. Penataan ini bertujuan agar pejalan kaki tetap bisa menggunakan trotoar dengan nyaman tanpa terganggu perahu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Pihaknya mewaspadai lonjakan kendaraan pada waktu check-out penginapan yang biasanya terjadi secara bersamaan.
“Potensi penumpukan kendaraan sangat besar saat jam check-out. Karena itu, kami akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas dengan kondisi nyata di lapangan,” kata Nana.
Petugas akan memfokuskan pemantauan di titik strategis, seperti perempatan Matahari Susi, kawasan Ajo, Polairud, hingga area Air Mancur.
Fasilitas Shuttle Gratis bagi Wisatawan
Guna mempermudah mobilitas, pemerintah mengoperasikan 12 unit shuttle yang terbagi ke dalam lima trayek. Bus ini akan bergerak bergantian dari kawasan Pasar Wisata menuju berbagai titik wisata di Pangandaran. Setiap unit shuttle mampu mengangkut 30 hingga 50 penumpang.
Melalui sinergi berbagai langkah ini, pemerintah berharap aktivitas wisata selama libur Lebaran di Pangandaran berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung.
(Sajidin)



