TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Malam ganjil ke-23 bulan Ramadan 1447 Hijriyah menjadi malam yang sangat istimewa bagi kaum muslim Tasikmalaya Jawa Barat. Mereka antusias dengan khusyuk melaksanakan I’tikaf di Masjid Agung.
Mereka memenuhi ruang Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk meraih keberkahan dan keistimewaan malam lailatul qadar dengan melaksanakan I’tikaf.
BACA JUGA:
DPRD Tasikmalaya Minta Pemilik Tambang Pasir Ilegal Ditangkap
Wily Samsudin seorang ASN yang bekerja di salah satu kelurahan di Kota Tasikmalaya mengatakan, Dia sengaja datang ke Masjid Agung untuk melaksanakan I’tikaf. Harapannya, bisa meraih keutamaan malam lailatul qadar.
Ia mengaku, I’tikaf di Masjid untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadan. Terlebih di malam lailatul qadar sekaligus untuk, mendekatkan diri kepada Allah SWT
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan amal ibadah,” ungkap Willy kepada FOKUSJabar.
Menurut Dia, sejumlah amalan dilakukan untuk meningkatkan ibadah dan pahala.
“Selama I’tikaf di Masjid harus banyak melakukan ibadah, berdzikir, istigfar, tadarus Al-Qur’an, salat tahajjud dan ibadah-ibadah lainnya,” ungkap Dia.
Senada di ungkapkan Maliha Fahatunnisa Aulia, mahasiswi dari Mangkubumi. Dia ke Masjid Agung untuk melaksanakan I’tikaf.
Ia bersama sejumlah teman kuliahnya bersemangat I’tikaf demi meraih malam lailatul qadar di malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadan.
BACA JUGA:
Tambang Pasir Ilegal Menggerus Pesisir Tasik Selatan, Negara Kemana?
“Saya ingin meningkatkan amal ibadah dan ingin meraih keberkahan malam lailatul qadar,” ungkapnya.
Maliha menyebut, Dia pernah membaca keterangan dari para ulama jika malam lailatul qadar jatuh pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27 dan malam 29 Ramadan).
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan malam qiyamullail ini untuk memperbanyak ibadah dan amalan solehah agar mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT,” ujarnya.
Dia akan memperbanyak memanjatkan doa-doa agar di berikan keberkahan dan kemuliaan dalam hidup, ampunan dari Allah SWT serta di berikan kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat kelak.
“Esensi yang kita cari dari malam lailatul qadar, menginginkan ampunan dari Allah SWT dan betul-betul mencari malam mulia yang di janjikan Allah bahwa ada satu malam itu lebih baik dari seribu bulan,” tuturnya.
Masjid Agung Kota Tasikmalaya di penuhi jamaah yang melaksanakan I’tikaf, tadarus, dzikir, berdoa, shalat malam dan amalan lainnya.
I’tikaf di Masjid Agung Kota Tasikmalaya menjadi contoh bagi kaum muslim lainnya untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan.
Semoga kita semua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
(Seda)


