CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup seimbang. Meski umat muslim menjalankan puasa dengan menahan lapar dan haus sepanjang hari, masyarakat tetap harus menjalankan aktivitas kerja, sekolah, dan kegiatan lainnya secara normal. Kondisi tersebut menuntut setiap orang untuk mengatur pola makan, aktivitas, serta olahraga agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Terlebih menjelang akhir bulan ramadan, kondisi tubuh secara alami menyesuaikan dengan pola makan saat menjalankan puasa. Ada yang terbiasa, namun tidak sedikit juga yang mengalami penurunan kondisi fisik saat menjalankan puasa karena pola aktifitas yang tidak sehat.
Baca Juga: Riak Ramadhan Tetap Ramai di Tengah Hujan, 30 Tahun Tradisi Ngabuburit Ciamis
Menyikapi hal itu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebugaran dengan cara yang aman dan terukur.
Ia menilai olahraga tetap penting selama Ramadan, namun masyarakat harus memilih waktu dan jenis aktivitas yang tepat agar tubuh tidak mengalami kelelahan maupun dehidrasi.
Menurut Dian, masyarakat sebaiknya melakukan olahraga ringan dengan durasi sekitar 20 hingga 30 menit per sesi, dengan frekuensi tiga sampai lima kali dalam seminggu. Ia menyarankan masyarakat memilih waktu menjelang berbuka puasa sekitar 30 sampai 60 menit sebelumnya, atau setelah berbuka dan salat tarawih. Waktu tersebut memungkinkan tubuh segera mendapatkan asupan cairan setelah beraktivitas.
Ia juga menekankan pentingnya memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan santai, yoga, pilates, atau bersepeda santai. Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat memicu kelelahan berlebihan dan meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika dilakukan lebih dari satu jam.
Selain itu, masyarakat harus memperhatikan tanda-tanda tubuh yang membutuhkan istirahat. Jika muncul gejala seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, atau lemas berlebihan, seseorang harus segera menghentikan aktivitas dan beristirahat.
Pengaturan Pola Aktivitas
Dalam menjaga kebugaran selama Ramadan, pengaturan pola aktivitas juga memegang peranan penting. Dian menyarankan masyarakat menyesuaikan jadwal kegiatan dengan waktu puasa, serta memastikan waktu tidur cukup agar energi tetap terjaga. Ia juga mengingatkan agar setiap orang memberi waktu istirahat yang cukup dan tidak memaksakan pekerjaan berat di siang hari.
Pola makan sehat juga menjadi kunci utama menjaga kondisi tubuh. Saat sahur dan berbuka, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Ia menyarankan masyarakat mengurangi makanan berminyak dan terlalu berat saat berbuka karena dapat membuat tubuh cepat lelah.
Selain makanan, kebutuhan cairan harus terpenuhi selama waktu tidak berpuasa. Minum air putih secara cukup pada malam hingga sahur membantu tubuh terhindar dari dehidrasi saat menjalankan aktivitas di siang hari.
Dian juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu agar berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankan olahraga atau aktivitas berat selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa setiap orang harus mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan tidak memaksakan diri ketika merasa lelah atau kurang sehat.
Melalui pengaturan olahraga, aktivitas, dan pola makan yang tepat, masyarakat tetap dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar. Sekaligus menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.
(Irfansyahriza)


