BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyakit Campak kembali menjadi perhatian masyarakat karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
Penyakit infeksi ini di sebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat aktivitas.
BACA JUGA:
Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa dan Alasannya
Campak bukan penyakit baru. Namun penyebarannya masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara. Termasuk Indonesia.
Virus penyebabnya dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan dari hidung atau mulut saat penderita batuk, bersin atau berbicara.
Risiko penularan semakin besar ketika penderita berada di ruang publik atau tempat dengan banyak interaksi.
Tanpa disadari, virus dapat menyebar kepada orang-orang di sekitar. Terutama mereka yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Penularan penyakit Campak dapat terjadi melalui udara maupun kontak dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, virus juga dapat menempel pada benda yang terkontaminasi. Sehingga berpotensi menginfeksi orang lain yang menyentuhnya.
Seseorang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sebelum ruam khas campak muncul di kulit.
Masa penularan biasanya berlangsung beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah gejala ruam terlihat.
Apabila seorang penderita berada di lingkungan yang banyak di huni orang yang belum memiliki imun terhadap campak, kemungkinan penularannya bisa sangat tinggi.
Hal ini membuat penyakit tersebut dapat menyebar dengan cepat dalam satu komunitas.
BACA JUGA:
Kenapa Karbohidrat Berlebih Saat Sahur Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasannya
Gejala campak umumnya mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar virus.
Pada tahap awal, tanda-tandanya sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa.
Beberapa gejala yang kerap di alami penderita campak. Yakni:
- Demam tinggi yang dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius.
- Batuk dan pilek yang berlangsung selama beberapa hari.
- Mata merah dan terasa sensitif terhadap cahaya.
- Muncul bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik.
- Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Selain menimbulkan gejala tersebut, campak juga berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius.
Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi radang paru-paru, radang otak, diare berat hingga gangguan pada mata.
Kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi biasanya adalah bayi, anak-anak, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah serta orang yang belum pernah mendapatkan perlindungan imun terhadap virus campak.
Untuk mengurangi risiko penyebaran, langkah pencegahan perlu di lakukan sejak dini. Beberapa upaya yang dapat di lakukan antara lain:
- Mendapatkan vaksinasi campak atau imunisasi MR/MMR sesuai jadwal kesehatan.
- Menghindari kontak dekat dengan penderita selama masa penularan.
- Mengurangi aktivitas di luar rumah ketika mengalami gejala penyakit menular.
- Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.
- Menggunakan masker ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
Dengan memahami cara penularan serta mengenali gejalanya, masyarakat di harapkan dapat lebih waspada terhadap penyakit ini.
Pencegahan melalui vaksinasi serta pembatasan kontak saat sakit menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dari risiko penularan campak.
(Jingga Sonjaya)


