CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis mengimbau warga yang berencana menunaikan ibadah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Imbauan ini muncul menyusul situasi keamanan di Arab Saudi yang dinilai belum stabil akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menyampaikan bahwa dinamika perang antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel berdampak pada kondisi keamanan regional, termasuk di Arab Saudi sebagai negara tujuan ibadah umrah.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hantam Ciamis, BPBD Data Kerusakan di Empat Kecamatan
“Situasi keamanan di Arab Saudi saat ini tidak menentu. Kami mengimbau warga Ciamis yang akan berangkat umrah agar menunda dulu keberangkatannya sampai kondisi benar-benar kondusif,” ujar Nana, Rabu (4/3/2026).
Ia juga meminta jemaah asal Ciamis yang sudah berada di Arab Saudi untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan perwakilan resmi Pemerintah Republik Indonesia, seperti Konsulat Jenderal maupun KBRI setempat, guna memastikan perlindungan dan pemantauan kondisi mereka.
“Jemaah yang sudah berangkat sebelum konflik memanas harus rutin melapor dan berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di sana,” tegasnya.
Data Jemaah Asal Ciamis
Nana mengakui, pihaknya belum memegang data detail jemaah umrah asal Ciamis yang saat ini berada di Arab Saudi. Data tersebut masih terpusat di tingkat nasional sehingga pemerintah daerah tidak memiliki akses langsung.
“Data jemaah umrah saat ini hanya tersedia di pusat. Daerah belum memiliki data rinci,” jelasnya.
Ke depan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis bersama kantor kementerian di kabupaten/kota lain berencana mengusulkan mekanisme pendataan yang lebih terintegrasi. Nana menilai, akses data di tingkat daerah akan mempercepat respons jika terjadi situasi darurat yang melibatkan jemaah.
“Kami akan membahas hal ini bersama kantor kementerian haji dan umrah kabupaten/kota lainnya. Minimal daerah memiliki data jemaah yang kami rekomendasikan keberangkatannya,” pungkasnya.
Imbauan ini menjadi langkah preventif agar keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
(Husen Maharaja)


