JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut, Indonesia dan negara-negara di kawasan Timur Tengah resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang di gagas Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Mengutip kompas.com, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya menyambut baik undangan Donald Trump.
BACA JUGA:
Greenland Rebutan Negara Besar, Kenapa?
“Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang di sampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kemenlu.
Indonesia dan negara lainnya akan menandatangani dokumen bergabung dengan Dewan Perdamaian sesuai dengan prosedur hukum yang di perlukan masing-masing negara.
Para menteri negara tersebut juga menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian yang di pimpin Presiden Trump.
“Dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi. Sebagaimana di muat dalam Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza dan di dukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB.”
Adapun tujuan Resolusi Dewan Keamanan PBB itu untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional.
“Sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut,” lanjutnya.
Perlu diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menginisiasi pembentukan Dewan Perdamaian, organisasi internasional yang bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global.
Meski awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza, piagam tersebut menunjukkan bahwa peran Dewan Perdamaian tidak terbatas hanya pada wilayah Palestina. Namun mencakup daerah-daerah lain yang terdampak konflik.
BACA JUGA:
Prabowo Subianto: Inggris Siap Berinvestasi di Indonesia
Dewan eksekutif organisasi ini akan dipimpin oleh Trump dengan beranggotakan tujuh tokoh penting. Yakni, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
(Bambang Fouristian)


