BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin terus memantau kondisi Kabupaten Sumedang yang dilanda tiga kali gempa bumi.
Pihaknya akan segera meninjau langsung ke lokasi terdampak. Khususnya RSUD Sumedang.
BACA JUGA:
Menteri Perhubungan RI Sidak Stasiun KA di Kota Tasikmalaya
“Untuk gempa terakhir sekitar pukul 20.30 WIB. Masih didata berapa kerusakan, korban dan lainnya. Yang pasti di RSUD diperhatikan betul karena ada keretakan di situ. Jadi sampai saat ini masih dipantau dan akan segera ditinjau,” kata Pj Gubernur Jabar.
Hari terakhir di 2023 Jawa Barat diguncang hingga empat kali gempa. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama terjadi di Kabupaten Pangandaran pukul 11.52 dengan magnitudo (M) 5.
Kemudian tiga kali gempa terjadi di Kabupaten Sumedang pada pukul 14.35 magnitudo 4.1, disusul pukul 15.38 dengan magnitudo 3.4 dan pukul 20.34 magnitudo 4.8.
“Kemarin Jabar diguncang empat kali gempa. Satu kali di Pangandaran dan tiga kali di Sumedang. Pada saat gempa di Pangandaran kebetulan Pak Pangdam dan Pak Kapolda ada di lokasi. Alhamdulillah tidak ada apa-apa dan masyarakat juga tidak panik,” ungkap Pj Gubernur Jabar.
Khusus untuk gempa Sumedang yang menimbulkan banyak kerusakan, petugas dari BPBD sudah turun dan intens berkoordinasi dengan Pemda Sumedang.
Bey mengatakan, titik yang menjadi fokus penanganan adalah RSUD Sumedang yang membuat pasien harus dievakuasi keluar gedung karena bangunan mengalami sejumlah kerusakan.
“Barusan Pj Bupati Sumedang melaporkan bahwa beliau konsentrasi di RSUD dulu karena sedang menunggu hasil asesmen. Yang di rumah-rumah warga juga masih menunggu hasil laporan,” katanya.
BACA JUGA:
Selama Tahun 2023 Tidak Ada Personel Polres Ciamis Dipecat
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu menyebut, gempa Sumedang berasal dari sesar-sesar aktif di wilayah tersebut. Namun ia belum bisa menyampaikan secara detail dari sesar apa gempa tersebut berasal.
“Kami memprediksi bahwa ini adalah aktivitas dari sesar-sesar lokal yang ada di wilayah Sumedang. Tapi kami belum bisa menyampaikan dari sesar apa. Namun yang jelas dari sesar-sesar aktif yang berada di sekitar Sumedang,” ujar Ayyu.
Mengenai potensi gempa susulan, pihaknya akan terus memantau dan segera menginformasikannya.
“Yang namanya gempa tidak bisa kita prediksi kapan terjadinya, berapa kekuatannya dan yang lokasinya. Tapi yang bisa kita lakukan adalah memantau. Mudah-mudahan gempanya tidak berlanjut,” tuturnya.
BKMG saat ini terus mengkaji beberapa potensi sesar aktif yang ada di Sumedang.
Ayyu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, waspada, meningkatkan mitigasi dan jangan termakan hoax. Ikuti informasi resmi dari BMKG.
BACA JUGA:
Dari Bandung ke Pangandaran Bisa Terbang Pakai Susi Air
“Ada beberapa potensi sesar lokal di Sumedang. Tapi nanti kita coba kaji lagi, karena kita harus hati-hati dalam hal ini. Nanti kalau sudah terdeteksi ataupun ada indikasi dari sesar mana akan kita sampaikan kepada media dan masyarakat,” pungkasnya.
(Budiana/Bambang Fouristian)


