BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) menyeleksi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg).
Mereka diproyeksikan untuk bertarung menjadi anggota DPRD Kota Bandung.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PSI Kota Bandung, M Mestro Sebayang mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi PSI dalam membangun budaya politik yang terbuka dan tanpa mahar politik.
BACA JUGA: FKHN Garut Segera Gelar Audensi Jilid 2, Ini Tuntutannya
Hal yang sama dilakukan juga ketika mempersiapkan Calon Legislatif (Caleg) di Pemilu 2019 lalu.
Menurutnya, para peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan visi, misi dan perubahan yang akan dilakukan ketika menjadi wakil rakyat.
Gagasan-gagasan Mereka akan digali lebih dalam oleh tiga panelis. Dua di antaranya dari pihak independen (akademisi, aktivis dan tokoh lainnya).
“Seleksi gelombang pertama diikuti 30 peserta dari beragam profesi. Mulai dari karyawan, pengusaha, seniman hingga ibu rumah tangga. Ini membuktikan bahwa politik terbuka bagi semua latar belakang,” kata Mestro, Senin (4/7/2022).
PSI juga masih membuka kesempatan kepada publik yang ingin mendaftar Bacaleg.
“Seleksi gelombang kedua bulan Agustus-November. Hubungi Kami secara langsung maupun melalui sosial media,” ujarnya.
Dia menyebut, target bacaleg PSI Kota Bandung tak terbatas. Artinya, semua orang memiliki kesempatan untuk mendaftar.
BACA JUGA:
Demokrat Garut Gelar Pendidikan Politik
“Para pendaftar akan diseleksi secara terbuka. Kami ambil 50 orang yang akan masuk dalam kertas surat suara Pileg 2024,” ungkapnya.
Menurut Dia, syarat menjadi Bacaleg yakni jujur, tidak korupsi, memiliki modal sosial (minimal punya massa), aktif di masyarakat dan memiliki integritas.
Penalis Seleksi, Christian Julianto mengatakan, ranking 1-50 yang akan lolos menjai Bacaleg.
Menurutnya, menjadi Bacaleg PSI tak dipungut biaya. Namun untuk kampanye mengguankan biaya sendiri.
“Menjadi anggota DPRD di PSI tak ada kewajiban potong gaji untuk partai. Mungkin itu yang berbeda,” ujarnya.
Penulis Seleksi lainnya, Dimas Ranadireksa berharap seleksi ini melahirkan Bacaleg yang berkualitas.
BACA JUGA: Demokrat Garut: Peran Media Sangat Penting
“Bacaleg PSI tidak korupsi, memiliki visi misi, kreatif, komunikatif, memiliki jaringan dan mampu menjadi agen perubahan,” kata Dimas.

Peserta Bacaleg, Gina Mardiana (28) mengaku menjadi kader PSI sejak tahun 2018. Bahkan, Dia sempat jadi Caleg PSI.
“Saya ingin memperjuangkan hak perempuan yang masih belum terpenuhi seluruhnya,” singkat Gina.
(Yusuf Mugni/Bambang Fouristian)


