spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jalan Dipatiukur Kota Bandung Ditutup, Pedagang Rugi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung tiap akhir pekan kembali memberlakukan pembatasan mobilitas dengan melakukan penutupan jalan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Pembatasan mobilitas, diberlakukan ditiga ruas jalan yakni Jalan Lengkong Kecil, Jalan Dipatiukur dan Jalan Tamblong Asia Afrika. Ada pun waktu penutupan, berlaku pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Hal itu berimbas kepada para pedagang di tiga ruas jalan tersebut. Salah satunya Yayan (42) Pria yang setiap harinya berdagang aneka gorengan di depan Monumen Perjuangan (Monju) di Jalan Dipatiukur tersebut mengaku mengalami penurunan omset sejak ditetapkannya aturan penutupan jalan.

BACA JUGA: Jawa Barat Peringkat Pertama Penyebaran Omicron

“Semenjak pandemi memang sudah turun, gara-gara (penutupan jalan) ini juga banyak yang biasanya jualan sampai malam jadi harus tutup lebih cepat,” kata Yaya di Jalan Dipatiukur Kota Bandung Jabar, Sabtu (19/2/2022).

Sebelum diberlakukannya penutupan jalan, sepanjang jalan Dipatiukur memang menjadi destinasi kuliner yang digemari warga Kota Bandung, terutama pada malam hari.

“Kalau malam sebenarnya di sepanjang jalan depan Monju (Monumen Perjuangan) banyak yang dagang, tapi karena jalan ditutup jadi sepi. Karena dijaga polisi, kalau ada yang nekat jualan diusir,”ucapnya.

Meski mengalami penurunan pemasukan, Yayan mengaku hanya bisa pasrah karena aturan tersebut merupakan kebijakan pemerintah demi kebaikan bersama.

“Mau protes juga bingung karena sudah aturan pemerintah,” kata dia.

Yayan menjelaskan, meski penutupan jalan dilakukan pukul 18.00 WIB, namun pedagang masih diizinkan berjualan hingga pukul 21.00 WIB.

“Pedagang dibatasi sampai jam 9 malam, kalau jualan lebih dari itu diambil dagangannya,” katanya.

Nasib serupa juga dialami Tuti (30). Pedagang nasi kuning di depan Gedung Fakultas Menejemen Pascasarjana Universitas Padjajaran di Jalan Dipatiukur itu mengatakan, penutupan ini telah dimulai sejak pekan lalu.

“Sabtu-Minggu kemarin sudah ditutup, mulai jam 6 sore sampai 12 malam. Kalau hari biasa tidak,” kata Tuti.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Sebut Situ Wangi Ciamis Layak Jadi Wisata Unggulan

Menurutnya, meski pun ada penutupan jalan. Namun, masih banyak pedagang yang tetap berjualan, kebanyakan pembeli yang membawa kendaraan memarkirkan kendaraannya di luar jalan Dipatiukur.

“Kalau yang jualan mah normal jualan aja, tapi pembelinya yang sedikit karena memang kendaraan tidak bisa masuk. Banyak juga yang khawatir karena harus parkir agak jauh, bisa lewat Jalan Teuku Umar. Iya (omset turun), tapi yang namanya jualan mah yang penting usaha aja ya, walaupun pembeli memang tidak banyak,” ucapnya.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru