BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pastikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) bisa mewujudkan generasi berkualitas dan cerdas.
Hal itu Dia katakan saat menghadiri Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan, di Jalan Cimbuleuit, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (17/1/2022).
Menurutnya, dengan adanya revolusi multidisiplin dalam pembelajaran di jenjang perguruan tinggi, anak-anak kurang mampu bisa mendapatkan full beasiswa.
BACA JUGA: BPBD: 1.231 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten
“Jadi, nanti mau semahal apapun Prodi, mereka (kurang mampu) bisa mendapatkan full beasiswa. Hal itu menyusul penambahan beasiswa dari Rp2,4 juta menjadi Rp12 juta untuk Prodi A. Ini mendorong anak-anak terbaik kita untuk mencapai mimpinya,” kata Mendikbudristek.

Melihat kondisi pendidikan di lingkungan kampus, perlu adanya kerangka akademika dan profesional. Di mana harus ada perbatasan yang lebih lepas.
“Universitas harus lebih fleksibel, mengembangkan tiga semester di luar Prodi, kompres kurikulum menjadi lima semester serta berpartisipasi dalam MBKM magang bersertifikat, kampus mengajar dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Harus didukung,” ungkapnya.
Nadiem menambahkan, saat ini kondisi dan situasi dunia telah berubah total dan sudah tak terkotak-kotakan, sehingga perlu adanya kolaborasi.
“Tujuan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan multidimensi. Baik dari sisi skill, jiwa sosial maupun integritas. Inilah arah kampus merdeka yang ingin kami capai,” katanya.
“Kami mau berbagai macam Prodi bisa bercampur dari berbagai pengalaman. Baik dalam kampus maupun luar kampus,” jelasnya.
Rektor Unpar, Mangadar Situmorang mengatakan, kebijakan Menteri tentang kampus dibutuhkan pengambilan langkah agar lebih fleksibelisasi.
BACA JUGA: UPI Banjir Prestasi dari Kemdikbudristek
Seperti kurikulum menjadi penting untuk bisa mengakomodir ruang bagi mahasiswa untuk bisa belajar multidisiplin.
“Dengan adanya KIPK ini, kita bisa menciptakan ruang Mahasiswa untuk bisa berinteraksi satu sama lain dan salah satunya adalah gedung pusat pembelajaran. Ini kita sebut pusat pembelajaran karena mahasiswa dari seluruh fakultas atau Prodi bisa bertemu berinteraksi. Baik secara akademik intelektual maupun sosial,” ungkapnya.
BACA JUGA: Marak Tangkap Selebritis, Polisi Kantongi Daftar Artis Pemakai Narkoba?
“Ini akan menjadi tempat untuk melihat potensi talenta masing-masing tanpa mengurangi kualitas keilmuan,” singkatnya.
(Yusuf Mugni/Bambang)


