BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejak virus Corona melanda Indonesia, sebagian besar masyarakat berbondong-bondong membeli masker. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menegaskan, penggunaan masker hanya berlaku bagi orang yang sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Rosye Arosdiani mengatakan, masker diperuntukan untuk orang yang sakit saluran pernafasan atas apapun penyebabnya, petugas kesehatan karena takut tertular, dan untuk orang yang merawat orang yang sakit pernafasan seperti flu.
“Sebetulnya masker itu untuk mencegah partikel yang dari dalam keluar. Contoh, saat kita batuk atau bersin, itu partikel dari dalam paru-paru kan kumannya ada di dalam, mencuat keluar. Nah, itu ditutup dengan masker. Kalau yang sehat, partikel apa yang keluar kan tidak ada sebetulnya,” ujar dr. Rosye di Balai Kota, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).
Rosye mengatakan, masyarakat umum yang sehat tidak dianjurkan menggunakan masker. Sehingga, masyarakat tidak perlu memborong masker.
“Kalau yang sehat untuk apa, yang sakit lebih penting. Masker itu untuk yang pernapasan. Ini untuk kondisi saat ini. Namun kalau kondisinya di China, mungkin yang sakit harus menggunakan masker,” katanya.
Untuk mencegah penyebaran virus corona, Rosye mengingatkan agar orang yang sehat tak melakukan kontak dengan orang yang sakit. Selain itu, harus sering cuci tangan pakai sabun dengan durasi 30-60 detik dan batuk dengan beretika yaitu dengan menutup mulut dan hidung saat batuk.
(Yusuf Mugni/ars)


