spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Agun Ajak Hormati Perbedaan dan Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Anggota DPR/MPR Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, semua perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dikembalikan kepada nilai-nilai filosofis yang  mendasar dari Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi negara, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, dengan menyatakan benar, dan yang ain atau berbeda dengan kita itu salah. Karena sesungguhnya  kesempurnaan itu milikNYA, Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Agun saat menjadi narasumber dalam dialog Kebangsaan di Kabupaten Ciamis, Kamis 10 Oktober 2019. Acara itu digelar DPC Pepabri Kab Ciamis dan dihadiri  Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim 0613, Kapolres, Ketua MUI Kab Ciamis.

Tampak juga  perwakilan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, KNPI, Organisasi Kepemudaan, Kemahasiswaan intra dan extra kampus, Dekan Univ Galuh, FKPPI, sejumlah LSM dan Media. Acara tersebut bertemakan mengokohkan persatuan berlandaskan empat pilar kebangsaan.

Anggota DPR-RI  perwakilan Kab Ciamis, Kuningan, Banjar dan Pangandaran ini menjelaskan, perbedaan itu sudah ditakdirkan oleh  Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk mencapai kesempurnaan manusia harus melaksanakan ikhtiar dan doa.

“Untuk itu guna mempererat persatuan dan kesatuan, kita harus mampu membangun dan mewujudkan aliran dan perilaku saling mengakui, menghargai dan menghormati perbedaan itu sendiri. Hanya dengan itu kita bisa bekerja membangun bangsa yg lebih maju dan sejahtera dalam kontestasi persaingan global.

Menurut Kang Agun, bagaimana kita bisa bekerja mensejahterakan rakyat kalau kitanya terus bertikai. Mari kita patuhi dan taati proses politik konstitusional yang sudah kita jalankan melalui pileg/pilpres 2019.

“Sebentar lagi akan akan melaksanakan sidang MPR RI guna pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada tgl 20 Okyober 2019. Mari kita ciptakan situasi dan kondisi yangg kindusif, guna kemajuan, kehormatan bangsa kita. Semoga,” kata Kang Agun.

Nara sumber lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Mereka sepakat semua perbedaan itu harus dikembalikan kepada nilai-nilai filosofis yg mendasar dari pancasila sebagai Dasar dan Ideologi negara, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, dengan menyatakan Benar, dan yg lain atau berbeda dgn kita itu salah. Karena sesungguhnya kesempurnaan itu milikNYA.

(dar)

spot_img

Berita Terbaru