spot_imgspot_img
Rabu 13 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Demi Bangsa, PCNU Cianjur dan Assyifa Institute Gelar Halaqoh Kebangsaan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Keutuhan umat muslim di Indonesia harus tetap kokoh dan kuat menjelang dan seusai pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019. Hal itu terungkap dalam Halaqoh Kebangsaan yang digelar Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur bersama Assyifa Institute di Hotel Palace, Cipanas, Cianjur, Rabu (3/4/2019).

Ketua PCNU Kabupaten Cianjur Choirul Anam menuturkan, lahirnya pemimpin-pemimpin nasional memiliki dua amanat, yakni keumatan dan kebangsaan. Dalam konteks kebangsaan, seorang pemimpin harus bisa mengokohkan ukhuwah islamiyah dan fathaniyah yang menjelang Pilpres dan Pileg 2019 terlihat seperti terbelah dua.

“Jangan sampai ukhuwah kita ini terpecah belah, diharapkan hanya sebatas sampai pemilu saja. Setelah itu biasa lagi. Kita semua harus kembali mengokohkan ukhuwah Islamiah umat,” kata Choirul Anam saat seusai memberikan materi.

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, lanjut Choirul, tidak dikenal kelompok oposisi atau penguasa. Karena dalam Pancasila sudah jelas terkandung di sila keempat, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Artinya segala sesuatunya mesti dilakukan dengan musyawarah. Jadi perbedaan pendapat itu merupakan keniscayaan. Karena calon pemimpin ke depan ada dua, mau tidak mau ya mesti memilih. Dan kita sebagai pemilih, gunakan saja hak pilihnya. Jangan mengikuti perdebatan-perdebatan yang panas, sehingga menimbulkan hoaks atau isu negatif,” tuturnya.

Direktur Assyifa Institute Budhy Setiawan menambahkan, bersama dengan PCNU, Asyifa Institute sepenuhnya mendorong kegiatan yang ditujukan memberikan pemahaman terkait Pemilu dalam rangka mensyiarkan prinsip-prinsip Islam moderat atau Islam wasatiah. Pasalnya, isu keagamaan sangat kentara dalam gelaran Pemilu kali ini.

“Kalau kita lihat dalam Pemilu  2014, tidak ada persoalan itu. Baik isu keagamaan maupun isu yang lain seperti sekarang, hingga menimbulkan hoaks,” kata Budhi.

Dalam kajian Islam moderat, lanjutnya, Asyifa Institute kerap mendorong sejumlah kegiatan yang terkait dalam pendidikan Islam serta acara-acara NU yang berhubungan dengan Islam moderat. Islam moderat yang dikembangkan dalam kajian di Asyifa Institute lebih kepada nilai-nilai atau kultur yang ada di Indonesia.

“Kita berharap umat Muslim memiliki pemahaman sehingga politik Pilpres dan Pileg tetap bisa membawa dan menjaga keutuhan kebangsaan serta keutuhan keumatan bangsa,” tegas dia.

(Ageng/LIN)

spot_img

Berita Terbaru