BANDUNG, FOKUSJabar.id: Beberapa sarana olahraga eks PON XIX yang berlokasi di komplek Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, tampak tak terawat. Salah satunya, venue Cabang Olahraga (Cabor) Hoki outdoor atau field hockey yang berlokasi di sebelah utara stadion utama Si Jalak Harupat.
Berdasarkan pantauan FOKUSJabar, lapangan utama Hoki outdoor Si Jalak Harupat terlihat kurang perawatan. Di sisi lapangan, rumput liar tumbuh cukup subur dan setinggi paha orang dewasa. Kondisi tersebut membuat para pemain cukup kesulitan saat bola keluar lapangan.
” Seharusnya, rumput di sisi lapangan itu rutin dipangkas karena kalau dibiarkan bisa merembet ke lapangan dan kalau hujan bisa merangsang tumbuhnya lumut sehingga bisa licin ke lapangan. Apalagi kalau bola keluar, sulit untuk mencarinya,” ujar Pelatih Hoki Jabar sekaligus wasit Hoki level internasional, Salman.
Selain rumput di sisi lapangan utama, beberapa fasilitas pendukung pun sudah mulai rusak dan tidak berfungsi. Diantaranya alat penyiram lapangan dan kunci beberapa ruangan serta toilet.
” Mungkin berpikir itu sepele, tapi justru menggangu kenyamanan atlet. Apalagi penyiram lapangan yang sudah tidak berfungsi, sangat mengganggu karena lapangan itu harus disiram rutin,” terangnya.
Kondisi yang semakin mengkhawatirkan terlihat di lapangan pemanasan yang berada di pintu utama lapangan utama. Rumput liat pun terlihat tumbuh subur, tidak hanya dipinggir lapangan tapi sudah kedalam lapangan pemanasan.
” Kalau lapangan pemanasan, bukan tidak dirawat tapi memang terbengkalai sehingga tidak lagi bisa digunakan,” tambahnya.
Kondisi tersebut sangat disayangkan karena lapangan hoki outdoor tersebut bisa disebut lapangan terbaik se-Indonesia. Bahkan kalau melihat biaya untuk pembangunannya bisa mencapai miliaran rupiah.
” Tapi melihat kondisinya sekarang telantar seperti itu, ya sangat disayangkan. Itu lebih seperti kebun rumput bukan tempat pemanasan hoki. Uang miliaran pun sia-sia begitu saja,” tegasnya.
(ageng/bam’s)


