spot_img
Rabu 18 Februari 2026
spot_img

Indonesian Agriculture Festival and Camp, Milenial Jabar Tanam Jagung di Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dalam misi “Gerakan  Sejuta Petani Muda,” melakukan kegiatan Tanam Jagung di atas lahan seluas 4.275 ha, bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Lingkungan Masjid Al-Jabbar, Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Rabu (26/9/18) kemarin.
Penanaman jagung tersebut merupakan rangkaian kegiatan Indonesian Agriculture Festival and Camp, yang diikuti para pemuda Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), bersama sejumlah organisasi kepemudaan Islam.
Adapun organisasi kepemudaan Islam yang tergabung. Diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Persis dan Persatuan Pelajar Islam.
Para pemuda akan melakukan “camp” atau tinggal di lokasi penanaman jagung tersebut hingga panen. Sementara waktu panen jagung ditargetkan selama empat bulan dari tanam hingga panen.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjelaskan, tujuannya ‘membangunkan’ generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian. Sekaligus, sebagai salah satu upaya untuk menggenjot produksi jagung.
“Rekomendasi impor (jagung) kami sudah tutup. Dulu kita impor jagung 3,6 juta ton, setara Rp10 triliun, tapi hari ini kita tutup impor dan sudah ekspor,” jelas Amran.
Amran berharap, dengan teknologi pertanian modern saat ini, bertani bisa jadi pilihan bisnis para pemuda untuk menuju sukses dan kaya.
Paradigma lama, terkesan kalau petani itu bekerja kotor-kotoran, capek dan penghasilannya tak seberapa. Namun, Pemerintahan Jokowi-JK merubah paradigma tersebut dengan pertanian modern. Melalui alat mesin pertanian, anak-anak muda kini berminat turun ke sawah.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengapresiasi program Kementan dalam mencetak petani dari kalangan milenial. Pasalnya, pembangunan pertanian merupakan program prioritas guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara sekaligus menguatkan harga diri negara.
“Harga diri suatu bangsa ditentukan ekonomi rakyatnya. Jika ekonomi hebat, maka terhormatlah suatu bangsa. Sebaliknya jika ekonomi bangsa lemah, harga diri bangsa tidak ada,” ucapnya.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebut bahwa Garut merupakan kabupaten terluas ketiga di Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, program dan bantuan Kementan telah memberikan hasil yang nyata terhadap pembanguan pertanian di Kabupaten Garut. Salah satunya mampu menghasilkan jagung sebanyak 700 ribu ton per tahun atau senilai Rp3 triliun.
” Kami telah terima ratusan bantuan dari Kementan. Alat mesin pertanian, benih dan bantuan lainya. Dengan bantuan Kementan, berhasil menggerakan pemuda dan mengefisiensikan biaya usaha tani. Petani mendapat keuntungan yang cukup besar. Jika sebelum adanya program dan bantuan Kementan, biaya yang dikeluarkan besar dan butuh waktu yang lama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mentan memberikan bantuan berupa benih dan alat mesin pertanian, traktor roda empat sebanyak 17 unit, excavator dan benih jagung serta pupuk serta 500 ekor ayam kepada pemuda tani.
(Bam’s)
spot_img

Berita Terbaru