BANDUNG, FOKUSJabar.id: Rentetan gempa yang nyaris tak berujung menimpa pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak akhir Juli lalu.
Menurut catatan sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total keseluruhan gempa bumi yang mengguncang Lombok selama satu bulan terakhir berjumlah 1.973 kali.
BACA JUGA:
Kadin Garut Rekrut Aktivis Antikorupsi, Pastikan Iklim Usaha Bersih dan Transparan
Sementara menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BNPB), jumlah masjid yang rusak akibat gempa mencapai 349 unit. Alhasil, ribuan umat muslim di Lombok kini tak punya tempat ibadah yang layak.
Merespon hal tersebut, Yayasan Masjid Nusantara (YMN), sebuah lembaga pembangunan masjid terkemuka di Indonesia, terus melakukan pergerakan.
Salah satu yang di inisiasi yaitu pembangunan masjid ramah gempa untuk warga Lombok.
“Masjid Nusantara telah menyiapkan desain kontruksi untuk masjid ramah gempa. Desain ini di siapkan untuk memberikan rasa aman terhadap psikis umat muslim setempat yang trauma akibat guncangan gempa,” kata Direktur Masjid Nusantara, Hamzah Fatdri Ulhaq, Selasa (18/9/2018).
Kebangkitan muslim di Lombok ini di tandai dengan peletakan batu pertama masjid di Gondang, Lombok Utara, yakni Masjid Taman Surga Al-Bayani pada Kamis (13/9/2018) lalu.
Hamzah menuturkan, masjid yang di bangun di atas lahan 8 x 15 meter ini di dukung oleh struktur kontruksi kayu yang memiliki sifat tahan terhadap gempa.
Desainnya pun di buat menyerupai bangunan khas tradisional Lombok. Yakni Rumah Sasak.
“Kami telah menyurvai bahwa bangunan khas kearifan lokal ini terbukti tahan terhadap guncangan. Ide konsep dari masjid ini pun di harapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman ibadah bagi jemaah, tanpa lagi khawatir ambruk jika gempa kembali terjadi,” ucapnya.
Dalam waktu dekat ini, YMN juga tengah mengupayakan pembangunan 11 masjid ramah gempa lainnya di Lombok dan Sumbawa.
Ia menargetkan sumbangan donasi sebesar Rp2 milyar untuk merealisasikan pembangunan masjid tersebut.
“Insyallah, kami akan membangun 11 masjid ramah gempa di sejumlah titik terdampak gempa. Kami akan terus melakukan fundraising, menjalin kerja sama intens dengan para relawan dan kitabisa.com untuk mewujudkan pembangunan kembali rumah ibadah yang hancur di Lombok dan Sumbawa. Semoga pembangunan ini di hajatkan bisa berjalan sesuai dengan rencana,” tuturnya.
Rencana pembangunan masjid ramah gempa yang di inisiasi YMN ini pun di respons positif oleh tokoh masyarakat setempat.
“Sungguh luar biasa apa yang di lakukan Yayasan Masjid Nusantara. Tak hanya pembangunan fisik, upaya ini juga merupakan simbol semangat, gairah dan spirit bagi masyarakat Lombok yang terkena bencana untuk bisa bangkit kembali,” kata Suryadi Jaya Purnama.
Sebelumnya, YMN juga telah mendirikan sejumlah masjid darurat beratap terpal untuk mengakomodasi peribadatan warga di penampungan.
BACA JUGA:
Pusluhtan RI Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut
YMN berharap, masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi memberikan dukungan dana dalam mengembalikan julukan Lombok sebagai “Pulau Seribu Masjid”.
Upaya ini juga merupakan wujud konsistensi YMN untuk mengembangkan peradaban Islam melalui masjid.
Untuk dukungan donasi bisa langsung ke rekening berikut:
BSM 706 6116 616, Muamalat 108 0005 817, Mandiri 131 001 0933 135
BCA 437 333 3151, BRI syariah 102 1055 324, CIMB syariah 860 005 087 400
A.n. Yayasan Masjid Nusantara
(Vetra)



