spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PM Gatra Dorong Pemkab Garut dan DPRD Jabar Siapkan Kawasan Ibu Kota

GARUT, FOKUSJabar.id: Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan DPRD Jawa Barat segera menyiapkan berbagai dokumen strategis dan infrastruktur pendukung sebagai langkah percepatan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara.

Dorongan tersebut di sampaikan dalam rapat pembahasan Evaluasi Indeks Kapasitas Daerah CDOB Garut Utara dan Garut Selatan yang di hadiri Pemkab, Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat serta berbagai perangkat daerah terkait.

BACA JUGA:

Dishub Garut Bahas Solusi Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas

Ketua Umum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen menjelaskan, hasil Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Kajian Kapasitas Daerah yang di lakukan LPPM Universitas Padjadjaran, Garut Utara memperoleh skor 451 poin berdasarkan instrumen PP Nomor 78 Tahun 2007.

Selanjutnya mendapatkan 400 poin berdasarkan instrumen yang mengacu pada RPP turunan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Garut Utara telah memenuhi indikator kapasitas daerah yang di persyaratkan untuk menjadi DOB.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Bapenda Optimalkan PAD

“Hasil kajian akademik menunjukkan bahwa Garut Utara memiliki kapasitas yang memadai. Karena itu, fokus perjuangan ke depan tidak lagi sekadar membuktikan kelayakan. Tetapi mempersiapkan seluruh perangkat pembangunan agar Garut Utara benar-benar siap ketika kebijakan pembentukan DOB kembali di buka oleh Pemerintah Pusat,” kata Holil.

PM Gatra menyampaikan usulan strategis kepada Bupati Garut dan Komisi I DPRD Jawa Barat. Di antaranya, penyusunan Kajian Akademik Penetapan Kawasan Ibu Kota Kabupaten Garut Utara, penyusunan RTRW dan RDTR CDOB Garut Utara, penyusunan Masterplan Kawasan Ibu Kota, penyusunan Grand Design Kabupaten Garut Utara serta pembentukan Tim Persiapan Kabupaten Garut Utara.

PM Gatra juga mengusulkan pembentukan Kawasan Industri Garut Utara yang terintegrasi dengan jalur nasional Bandung–Tasikmalaya, Stasiun Cibatu serta rencana pembangunan Tol Getaci.

Menurut Holil, keberadaan kawasan industri merupakan faktor penting dalam memperkuat basis ekonomi daerah baru, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja dan memperbesar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:

Bupati Garut Minta Truk ODOL dan Parkir Liar Ditertibkan

Salah satu usulan yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan Exit Tol Leles dan Exit Tol Kadungora sebagai bagian dari strategi konektivitas wilayah Garut Utara.

Pihaknya menilai, kedua exit tol tersebut memiliki nilai strategis karena dapat menjadi pintu masuk utama kawasan industri, pusat logistik serta calon kawasan ibu kota Kabupaten Garut Utara di masa mendatang.

“Kami mengusulkan agar Exit Tol Leles dan Exit Tol Kadungora menjadi bagian dari perencanaan pengembangan Tol Getaci. Infrastruktur ini tidak hanya akan memperkuat konektivitas wilayah. Namun juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Garut Utara,” tegasnya.

Holil meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menetapkan Garut Utara sebagai salah satu prioritas CDOB di Jawa Barat serta memberikan dukungan terhadap penyusunan dokumen-dokumen teknokratis yang menjadi persyaratan pembentukan DOB.

Menurutnya, keberhasilan pembentukan Kabupaten Garut Utara tidak hanya di tentukan oleh aspek administratif dan politik. Namun juga oleh kesiapan tata ruang, infrastruktur, kawasan industri serta desain pembangunan jangka panjang yang matang.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra: Filosofi Menunggang Kuda Melatih Kepercayaan, Kesabaran dan Keberanian

Dia menegaskan, perjuangan pemekaran Garut Utara harus di arahkan pada terwujudnya daerah baru yang mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat pelayanan publik dan pusat pembangunan baru di wilayah utara Kabupaten Garut.

Garut Utara tidak boleh hanya siap di mekarkan. Garut Utara harus siap menjadi kabupaten yang maju, mandiri, berdaya saing dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru