GARUT, FOKUSJabar.id: Bagi sebagian orang menunggang Kuda hanya olahraga. Tapi bagi Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen merupakan pelajaran hidup.
Menurutnya, ada filosofi mendalam di balik setiap hentakan kaki kuda saat barjalan atau berlari untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Bapenda Optimalkan PAD
- Melatih Keseimbangan: Hidup Harus Seimbang
Hal pertama yang di dapat bukan bagaimana cara memacu kuda. Namun cara duduk yang seimbang.
“Jika badan kita miring, maka kudanya juga tidak nyaman. Begitu juga dengan kehidupan kita,” kata Ketum PM Gatra.
- Kepercayaan: Saling Percaya Penunggang dan Kuda
Menunggang kuda bukan soal menaklukkan. Justru sebaliknya, soal membangun kepercayaan. Kuda akan lari kencang hanya jika Dia percaya pada penunggangnya.
“Jangan pakai kekerasan dan ajak bicara. Kalau sudah percaya, dia akan melindungimu walau ada bahaya,” ungkapnya.
- Kesabaran
Kuda tidak bisa di paksa belok atau lari. Harus pakai aba-aba halus, tarikan tali kekang dan gerakan kaki yang sabar.
” Sama seperti cita-cita pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara. Kita harus sabar, karena semuanya butuh proses,” jelas Holil penuh makna.
- Berani Mengambil Kendali, Tapi Tetap Rendah Hati
Di atas punggung kuda, kita jadi pemimpin. Tapi satu kesalahan kecil bisa membuat jatuh.
Filosofinya, jatuh itu biasa. Bangkit dan naik lagi itu luar biasa dalam memperjuangkan semua cita-cita yang tinggal menunggu moratorium.
Ketum PM Gatra menyebut, filosofi kuda melambangkan kerja keras, ketangguhan dan kebebasan. Artinya mengajarkan prinsip untuk selalu melihat dan melangkah ke depan untuk membangun keselarasan, pengendalian diri dan rasa saling percaya.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Terima Bantuan Portable USG dari PLN dan BCA
Filosofi Tiongkok dan pepatah kuno mengibaratkan kuda yang selalu bergerak maju memakan rumput di depannya sebagai cerminan growth mindset.
Kita di ajarkan untuk fokus pada peluang masa depan daripada menyesali atau mengulang masa lalu.
Manfaat Tanpa Pamrih
Kuda di pandang sebagai simbol kekuatan yang tidak hanya kuat untuk dirinya sendiri. Tetapi juga mendedikasikan tenaga dan kecepatannya untuk membantu manusia.
(Bambang Fouristian)



