spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Dorong Bapenda Optimalkan PAD

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin berkunjung ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Senin (20/7/2026).

Syakur menyampaikan bahwa saat ini seluruh daerah. Termasuk Kabupaten Garut sedang menghadapi tantangan terkait kebijakan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Terima Bantuan Portable USG dari PLN dan BCA

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di satu sisi kita juga tahu bahwa kita sangat tergantung dari transfer daerah. Dan di sisi lain kita ingin sedikit meningkatkan kemampuan untuk mengenerate income, meningkatkan kemampuan secara mandiri meningkatkan PAD,” kata Bupati Garut.

Ia menyadari, upaya meningkatkan pendapatan daerah bukanlah perkara mudah. Terutama di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Meski demikian, ia mengapresiasi jajaran Bapenda Kabupaten Garut yang mengemban peran strategis dalam menjaga keberlangsungan roda pemerintahan.

Untuk memastikan target pendapatan tercapai secara optimal, Bupati Garut menegaskan pentingnya langkah-langkah yang konkret dan terukur.

Sejak tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Garut telah membuka akses pemantauan transaksi melalui bank bjb. Sehingga realisasi pendapatan yang masuk ke kas daerah dapat di pantau secara real-time.

BACA JUGA:

Bupati Garut Nobar Final Piala Dunia 2026

Data tersebut mencakup berbagai sektor penerimaan. Mulai dari retribusi daerah hingga berbagai jenis pajak daerah. Seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa perhotelan, makanan dan minuman, hiburan, reklame, pajak tenaga listrik serta sektor lainnya.

Abdusy Syakur mengingatkan bahwa perhitungan target PAD menjadi aspek penting dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Oleh karena itu, proyeksi pendapatan harus dihitung secara matang di luar pendapatan dari rumah sakit dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

(Bambang Fourisian)

spot_img

Berita Terbaru