CIAMIS,FOKUSJabar.id: H Maman bos Cilok Gaul SR” warga Dusun Gunungbangka-2 Desa Sukamanah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis mengaku, usahanya saat ini terkendala mahalnya Tepung Tapioka bahan baku untuk pembuatan Ciloknya.
Menurut Maman, dengan mahalnya bahan baku pembuatan Ciloknya saat ini pihaknya cukup kebingunan dalam memasarkan Cilok buatanya tersebut.
” Saya cukup bingung juga dengan mahalnya tepung Tapioka ini untuk mengakali bagaimana agar bisa bertahan memproduksi daganganya,” katanya. Jumat (20/4/2018)
Maman mengatakan, kebingungan dirinya dengan mahalnya bahan baku pembuatan Cilok tersebut karena harus menambah lagi modal.
” Setahun yang lalu harga Tepung Tapioka harganya Rp 500 ribu/Kwintalnya sedangkan untuk harga sekarang ini sudah mencapai Rp 1 juta/ Kwintalnya,” ucapnya.
Maman melanjutkan, dirinya berharap kepada pihak pemerintah agar bisa membantu kesulitan bahan baku pembuatan Cilok tersebut agar para pengusaha kecil bisa tetap bertahan dan meneruskan usahanya.
“Saya harap ada perhatian dari Pemerintah dengan mahalnya Tepung Tapioka ini. Kalau bisamah harganya kembali murah sehingga bisa terjangkau oleh pengusaha kecil,” ungkapnya.
Sementara itu Calon wakil Gubernur Jabar dengan nomor urut-4 Dedi Mulyadi saat mendengar keluhan seorang pelaku UMKM pengusaha ” Cilok Gaul SR ” menjelaskan, dengan mahalnya bahan baku pembuatan Cilok tersebut seharusnya pemerintah mensubsidi bahan baku yang diperlukan para pengusaha kecil tersebut.
“Pengusaha kecil seperti Pak Maman ini seharusnya diberikan subsidi bahan baku pembuatan Ciloknya agar terus bertahan berproduksi. Apalagi Pak Maman ini telah memberdayakan masyarakat dilingkunganya yang bekerja membuat Cilok,” jelasnya.
(Husen Maharaja/DAR).



