GARUT, FOKUSJabar.id: Sedikitnya 160 peserta mengikuti Open Tournament Domino Orado (101) Piala Panglima TNI di Gelanggang Olahraga (GOR) Beladiri Sarana Olahraga (SOR) RAA Adiwidjaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (27/9/2026).
Tournament Domino Orado dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026.
BACA JUGA:
Sirkuit BMX Galuh Ciamis Bergemuruh, 191 Atlet Muda Bertarung di Youth Challenge 2026
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Tournament Domino Orado.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberikan kesempatan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan dagangannya di sekitar lokasi acara.
“Output-nya memang untuk perekonomian cukup bagus juga,” ungkap Asep Mulyana.
Ia juga menyampaikan rasa gembira dan bangga melihat fasilitas milik pemerintah daerah. Khususnya di kawasan SOR RAA Adiwidjaya setiap minggunya di penuhi berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada olahraga.
Asep memberikan pesan khusus untuk institusi pertahanan negara, “TNI tetap jaya dan TNI tetap di hati masyarakat.”
Kepala Staf Komando Resor Militer (Kasrem) 062/Tarumanagara, Letnan Kolonel Inf Hamzah Budi Susanto menjelaskan, turnamen yang di gelar selama satu hari tersebut di laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Perhelatan berskala nasional ini rencananya akan di catat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Di Kabupaten Garut, turnamen di ikuti 160 peserta dari berbagai elemen. Mulai dari personel TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum.
“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara. Tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas serta memperkokoh sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat,” tegas Kasrem 062/Tarumanagara.
Menurutnya, olahraga domino memiliki keunikan dan tantangan tersendiri. Permainan ini menuntut konsentrasi tinggi, ketenangan, penyusunan strategi yang matang hingga kemampuan membaca situasi secara akurat.
BACA JUGA:
Koi Beranak di Situ Cipanteun Majalengka, Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto Traktir 500 Porsi Mi Ayam
“Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat, tetap menjunjung tinggi fair play, kejujuran dan persaudaraan,” ungkapnya.
Kemenangan sejati dalam domino bukan saat kita menghabiskan batu di tangan. Tapi saat kita berhasil menjaga persaudaraan di atas meja permainan.
(Bambang Fouristian)



