spot_imgspot_img
Minggu 27 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Anggaran Dipangkas Tinggal Rp30 Juta, Karang Taruna Kota Tasikmalaya Tetap Solid Gelar BBKT ke-66

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pengurus Karang Taruna Kota Tasikmalaya menggelar Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 secara sederhana namun sarat makna di Coffee & Resto Sunny, Minggu (27/9/2026). Konsep seremonial ruangan ini menjadi pilihan organisasi lantaran adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Meski tidak menggelar kegiatan luar ruangan seperti tahun-tahun sebelumnya, jajaran pengurus tetap mengisi perhelatan dengan aksi kemanusiaan. Agenda acara mencakup sesi diskusi interaktif, aksi donor darah, pembagian paket sembako, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dari Yayasan Nurul Milah Tasikmalaya.

Baca Juga: Ada Pesan Dicky Candra di Maulid Nabi PCNU Kota Tasikmalaya, Singgung “Benteng Batiniah”

Sejumlah tokoh penting hadir dalam peringatan ini, di antaranya Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Ketua DPRD H. Aslim, serta Anggota DPRD Jawa Barat Budi Mahmud. Para camat, lurah, dan tamu undangan turut menghadiri momen bersejarah tersebut.

Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Hery Sulihudin, mengapresiasi loyalitas seluruh pengurus di tingkat kelurahan hingga kecamatan. Ia menegaskan keterbatasan dana tidak menyurutkan langkah pemuda untuk mengabdi.

“Kami sengaja merancang acara yang lebih simpel pada usia ke-66 ini. Langkah ini sama sekali tidak mengurangi semangat kami dalam merayakan hari jadi Karang Taruna,” ujar Hery saat memberikan sambutan.

Anggaran Terpangkas Nyaris Habis, Komitmen Mitra Pemerintah Tetap Tangguh

Hery membeberkan dinamika efisiensi anggaran yang dialami Pemerintah Kota Tasikmalaya. Karang Taruna Kota Tasikmalaya hanya menerima alokasi dana sekitar Rp30 juta pada tahun ini, berbanding jauh dari dana kegiatan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pihak pengurus menegaskan posisi organisasi yang selalu konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Karang Taruna enggan mengambil sikap berseberangan hanya karena kendala finansial.

“Kami sudah teruji bertahan dua tahun tanpa alokasi anggaran, tetapi kami tidak memilih jalan menjadi oposisi. Karang Taruna merupakan organisasi sosial yang selalu siap berjalan berdampingan dengan Pemkot Tasikmalaya dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Mengusung tagline nasional Bersatu, Bergerak, dan Berdampak, Karang Taruna Kota Tasikmalaya terus merealisasikan aksi nyata. Pihaknya konsisten menjalankan program bakti sosial, termasuk aksi rehabilitasi rumah warga kurang mampu yang roboh akibat bencana pada periode sebelumnya.

Bidik Empat Isu Krusial Kota Tasikmalaya

Pada momen BBKT ke-66 ini, Karang Taruna Kota Tasikmalaya menegaskan fokus kerja mereka dalam menanggulangi empat masalah sosial utama di daerah:

  • Pencegahan Penularan HIV/AIDS: Membentuk kader peduli penyakit menular di tiap kelurahan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan guna menekan lonjakan kasus yang kini menembus 2.000 penderita.
  • Penanganan Masalah Sampah: Mengirim 10 kader sampah di tingkat kecamatan dengan total 85 relawan berseragam lengkap untuk membantu mengelola produksi sampah kota yang mencapai 400 ton per hari.
  • Antisipasi Geng Motor: Mengusulkan pembentukan Karang Taruna tingkat RW sebagai wadah edukasi preventif serta membantu TNI-Polri mendata pengguna knalpot brong.
  • Pemberantasan Narkoba: Mendampingi proses rehabilitasi penyalahguna obat-obatan keras jenis tramadol bersama BNN hingga korban berhasil sembuh dan kembali produktif.

Anggota DPRD Jawa Barat, Budi Mahmud, turut mengapresiasi kiprah panjang 66 tahun Karang Taruna. Ia mendorong para pemuda untuk terus melahirkan karya nyata di bidang kepemimpinan, kreativitas, dan kewirausahaan sosial.

Pemkot Tasikmalaya Siap Fasilitasi Ruang Gerak Pemuda

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menggarisbawahi pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Langkah sinergis ini krusial agar program kerja pemuda berfokus langsung pada pemecahan masalah kota, mulai dari kemiskinan, kenakalan remaja, hingga isu lingkungan.

“Karang Taruna memegang peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Sinergi ini perlu kita perkuat agar seluruh aksi pemuda memberikan dampak nyata bagi warga,” tutur Dicky Candra.

Ia menegaskan Pemkot Tasikmalaya siap mendukung penuh serta membuka ruang-ruang positif bagi pengembangan kapasitas pemuda. Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi sarana di bidang sosial, olahraga, seni budaya, hingga pemberdayaan ekonomi agar generasi muda Tasikmalaya makin mandiri dan berdaya saing.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru